Posts

Kesalahan-Kesalahan yang tersembunyi

Mengakui kesalahan memang tidak mudah. karena garis kemanusiaan yg tak luput dari kesalahan. Maka sejatinya menjadi salah tak benar-benar salah, pada tabiat dasarnya. Tapi ia menjadi fatal bila berubah menjadi kesukaan, atau kesengajaan yang berulang. Mengakui kesalahan memang tidak gampang. terlebih bila kesalahan itu tersembunyi perlu adanya keberanian,kelapangan, kearifan, kelapangan jiwa dan kesungguhan tiada batas. Ada banyak sebab mengenali bentuk kesalahan tersembunyi dengan keyakinan bahwa kesalahan yang terang-terangansudah sangat mudah disadari, kecuali oleh orang-orang yang hatinya terkunci 1. Tersembunyi dalam arti karena kebodohan kita Kadang, kesalahan menjadi tak namapak, lebih karena ketidakmengertian kita. lebih tepatnya karena kebodohan kita. tapi itu bukan pembenaran atas kesalahan itu sendiri. batas kebodohan itu sendiri relatif tetapi kesalahan-kesalahan yang mengapung diatas hamparan hidup ini hampir dipastikan kita mengerti itu salah. Mencuri itu dosa, meram...

Tantangan anak di luar rumah

Pengajian I Muslimah Hari/Tanggal : Sabtu / 7 February 2009 Pembicara : Ibu Ida Ismail Nasution Moderator : Ibu Ismi Tilawah : Ibu Narsih Tempat : Kediaman Ibu Umi Ashari Topik : Tantangan anak di luar rumah Pembukaan Tilawah ; Surat Lukman 31 (ayat 15-18) Masalah anak selalu menarik dibicarakan, baik secara internal maupun eksternal. Variasi kehidupan di Jakarta saat ini sangat luar biasa. Di Jakarta sekolah2 modern sangat banyak, dengan fasilitas yang begitu banyak. Bahasa Inggris sudah diperkenalkan dari tingkat SD. Sistem Pendidikan telah berubah banyak, suasana pendidikan sudah berbeda. Pendidikan anak usia dini tahun 1996 di Indonesia belum ada, dan saat inipun masih terus perlu dibantu. Perbedaan Indonesia dengan negara2 lain: - Di negara lain pendidikan gratis dan - Kegiatan pendidikan anak usia dini dipimpin langsung oleh ibu Negara. Tantangan Internal Sebenarnya yang paling utama justru tanta...

Mendidik anak secara Islami

Image
Pengajian I Muslimah Hari/Tanggal : Sabtu / 10 Januari 2009 Pembicara : Ibu Rini Maryanto Moderator : Ibu Dewi Mara/Ibu Mira Arief Tempat : Kediaman Ibu Ayu Sutisna Topik: Mendidik anak secara Islami Pembukaan Menemui ibu2 Muslimah dengan harapan ibu2 telah melakukan puasa Muharam (9-10 Muharam), karena dalam hadist dijelaskan jika melakukan puasa sunnah Muharam, akan dihapuskan dosa2 kecil di tahun yang lalu. Di bulan Muharam ini, berharap kita dapat meningkatkan ibadah keislaman dan menambah/memperbanyak dzikir. Puasa Sunnah yang dilakukan hanya karena Allah, Insya Allah do’a2nya akan dikabulkan Allah. Dalam mengisi tahun baru ini, kita mencontoh Rasulullah saw (sebagai manusia yang sempurna) dengan cara: Beribadah mencontoh Rasulullah dan mengajarkan anak beribadah dan mengikuti majelis2 ilmu seperti ini. Mendidik anak secara Islami oleh ibu Rini Maryanto Membangun keluarga dan mendidik anak secara islami, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah: Menyediakan fasilitas dan membangun...

TRAGEDI INI MERUPAKAN PERTANDA AKAN DATANGNYA KEBAIKAN BAGI KAUM MUSLIMIN

Oleh Mufti Saudi Arabia Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh Rabu, 14 Januari 2009 - 12:37:50 Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alu Asy-Syaikh Mufti Negara Kerajaan Dan Ketua Perkumpulan Ulama Besar berkata; Bahwa pada kisah Nabi Musa Alaihissalaam dengan Fir'aun terdapat banyak pelajaran yang ajaib, yang menjelaskan kepada setiap penyeru ke jalan Allah, bahwa bagaimanapun kejahatan dilancarkan tipu daya dan persekongkolannya dan bagaimanapun berkuasanya kejahatan, seorang muslim tetap mengupayakan dakwah ke jalan Allah dengan penuh keyakinan dan harapan bahwa Allah akan membela agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya. Dan bagaimanapun dahsyatnya kejahatan sesungguhnya yang demikian itu tidak membuat surut seorang muslim dari jalan kebenaran dan berdakwah ke jalan-Nya. Dan pada kisah ini juga terdapat penghibur bagi seorang mu'min bahwa Allah akan memenangkan agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya dan bahwa pada yang demikian ini benar-benar terdapat peringatan kepada pihak-pihak yang...

Kumpulan Mutiara Hadist (4)

Pintu-pintu kebaikan Mu'adz bin Jabal r.a berkata, "Aku pernah berkata, 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka'."Beliau menjawab, "Engkau menanyakan sesuatu yang besar, namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Allah Swt. Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan- Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah."Kemuadian beliau bersabda, "Inginkah engaku kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shadaqah itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan shalatnya seseorang di tengah malam." Kemudian beliau membaca surat As-Sajdah ayat 16, 'Tatajaafaa junuubuhum 'anil madhaaji'i.. ..hingga ya'maluun (lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan harap-harap cemas).'Kemudian...

Menikmati Kesegaran Ibadah

Tadzkirah ini diambil dari artikel www.dakwatuna.com , oleh Muhammad Nuh. Menelusuri jalan hidup kadang tak ubahnya seperti pengembara yang berjalan di tengah terik. Haus dan melelahkan. Andai ada air segar yang tersaji di tiap persinggahan. Andai tiap orang sadar kalau air segar itu adalah ibadah di tiap persinggahan kesibukan.Ada yang aneh dari sudut pandang Aisyah r.a. terhadap tingkah suaminya, Rasulullah saw. Ia terheran ketika mendapati Rasul yang begitu menikmati shalat sunnah hingga kakinya bengkak. Apa beliau tidak merasakan sakit itu?Aisyah pun mengatakan, “Kenapa kau lakukan itu, ya Rasulullah? Bukankah Allah telah mengampuni dosa- dosamu yang dulu dan akan datang?” Dengan ringan Rasul menjawab, “Tak patutkah aku untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur!” Kenikmatan beribadah. Itulah yang dirasakan Baginda Rasulullah saw. ketika sedang shalat. Sedemikian nikmatnya, hingga rasa sakit dari bengkak kakinya tak lagi terasa. Beliau seperti tak ingin menyudahi ...

Menikmati Kesegaran Ibadah

Tadzkirah ini diambil dari artikel www.dakwatuna.com , oleh Muhammad Nuh. Menelusuri jalan hidup kadang tak ubahnya seperti pengembara yang berjalan di tengah terik. Haus dan melelahkan. Andai ada air segar yang tersaji di tiap persinggahan. Andai tiap orang sadar kalau air segar itu adalah ibadah di tiap persinggahan kesibukan.Ada yang aneh dari sudut pandang Aisyah r.a. terhadap tingkah suaminya, Rasulullah saw. Ia terheran ketika mendapati Rasul yang begitu menikmati shalat sunnah hingga kakinya bengkak. Apa beliau tidak merasakan sakit itu?Aisyah pun mengatakan, “Kenapa kau lakukan itu, ya Rasulullah? Bukankah Allah telah mengampuni dosa- dosamu yang dulu dan akan datang?” Dengan ringan Rasul menjawab, “Tak patutkah aku untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur!” Kenikmatan beribadah. Itulah yang dirasakan Baginda Rasulullah saw. ketika sedang shalat. Sedemikian nikmatnya, hingga rasa sakit dari bengkak kakinya tak lagi terasa. Beliau seperti tak ingin menyudahi komunikas...