Posts

Mendidik anak secara Islami

Image
Pengajian I Muslimah Hari/Tanggal : Sabtu / 10 Januari 2009 Pembicara : Ibu Rini Maryanto Moderator : Ibu Dewi Mara/Ibu Mira Arief Tempat : Kediaman Ibu Ayu Sutisna Topik: Mendidik anak secara Islami Pembukaan Menemui ibu2 Muslimah dengan harapan ibu2 telah melakukan puasa Muharam (9-10 Muharam), karena dalam hadist dijelaskan jika melakukan puasa sunnah Muharam, akan dihapuskan dosa2 kecil di tahun yang lalu. Di bulan Muharam ini, berharap kita dapat meningkatkan ibadah keislaman dan menambah/memperbanyak dzikir. Puasa Sunnah yang dilakukan hanya karena Allah, Insya Allah do’a2nya akan dikabulkan Allah. Dalam mengisi tahun baru ini, kita mencontoh Rasulullah saw (sebagai manusia yang sempurna) dengan cara: Beribadah mencontoh Rasulullah dan mengajarkan anak beribadah dan mengikuti majelis2 ilmu seperti ini. Mendidik anak secara Islami oleh ibu Rini Maryanto Membangun keluarga dan mendidik anak secara islami, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah: Menyediakan fasilitas dan membangun...

TRAGEDI INI MERUPAKAN PERTANDA AKAN DATANGNYA KEBAIKAN BAGI KAUM MUSLIMIN

Oleh Mufti Saudi Arabia Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh Rabu, 14 Januari 2009 - 12:37:50 Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alu Asy-Syaikh Mufti Negara Kerajaan Dan Ketua Perkumpulan Ulama Besar berkata; Bahwa pada kisah Nabi Musa Alaihissalaam dengan Fir'aun terdapat banyak pelajaran yang ajaib, yang menjelaskan kepada setiap penyeru ke jalan Allah, bahwa bagaimanapun kejahatan dilancarkan tipu daya dan persekongkolannya dan bagaimanapun berkuasanya kejahatan, seorang muslim tetap mengupayakan dakwah ke jalan Allah dengan penuh keyakinan dan harapan bahwa Allah akan membela agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya. Dan bagaimanapun dahsyatnya kejahatan sesungguhnya yang demikian itu tidak membuat surut seorang muslim dari jalan kebenaran dan berdakwah ke jalan-Nya. Dan pada kisah ini juga terdapat penghibur bagi seorang mu'min bahwa Allah akan memenangkan agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya dan bahwa pada yang demikian ini benar-benar terdapat peringatan kepada pihak-pihak yang...

Kumpulan Mutiara Hadist (4)

Pintu-pintu kebaikan Mu'adz bin Jabal r.a berkata, "Aku pernah berkata, 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka'."Beliau menjawab, "Engkau menanyakan sesuatu yang besar, namun hal itu menjadi ringan bagi siapa saja yang diringankan oleh Allah Swt. Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan- Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah."Kemuadian beliau bersabda, "Inginkah engaku kuberitahukan mengenai pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shadaqah itu dapat menghapus kesalahan sebagaimana air dapat menghapus api, dan shalatnya seseorang di tengah malam." Kemudian beliau membaca surat As-Sajdah ayat 16, 'Tatajaafaa junuubuhum 'anil madhaaji'i.. ..hingga ya'maluun (lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan harap-harap cemas).'Kemudian...

Menikmati Kesegaran Ibadah

Tadzkirah ini diambil dari artikel www.dakwatuna.com , oleh Muhammad Nuh. Menelusuri jalan hidup kadang tak ubahnya seperti pengembara yang berjalan di tengah terik. Haus dan melelahkan. Andai ada air segar yang tersaji di tiap persinggahan. Andai tiap orang sadar kalau air segar itu adalah ibadah di tiap persinggahan kesibukan.Ada yang aneh dari sudut pandang Aisyah r.a. terhadap tingkah suaminya, Rasulullah saw. Ia terheran ketika mendapati Rasul yang begitu menikmati shalat sunnah hingga kakinya bengkak. Apa beliau tidak merasakan sakit itu?Aisyah pun mengatakan, “Kenapa kau lakukan itu, ya Rasulullah? Bukankah Allah telah mengampuni dosa- dosamu yang dulu dan akan datang?” Dengan ringan Rasul menjawab, “Tak patutkah aku untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur!” Kenikmatan beribadah. Itulah yang dirasakan Baginda Rasulullah saw. ketika sedang shalat. Sedemikian nikmatnya, hingga rasa sakit dari bengkak kakinya tak lagi terasa. Beliau seperti tak ingin menyudahi ...

Menikmati Kesegaran Ibadah

Tadzkirah ini diambil dari artikel www.dakwatuna.com , oleh Muhammad Nuh. Menelusuri jalan hidup kadang tak ubahnya seperti pengembara yang berjalan di tengah terik. Haus dan melelahkan. Andai ada air segar yang tersaji di tiap persinggahan. Andai tiap orang sadar kalau air segar itu adalah ibadah di tiap persinggahan kesibukan.Ada yang aneh dari sudut pandang Aisyah r.a. terhadap tingkah suaminya, Rasulullah saw. Ia terheran ketika mendapati Rasul yang begitu menikmati shalat sunnah hingga kakinya bengkak. Apa beliau tidak merasakan sakit itu?Aisyah pun mengatakan, “Kenapa kau lakukan itu, ya Rasulullah? Bukankah Allah telah mengampuni dosa- dosamu yang dulu dan akan datang?” Dengan ringan Rasul menjawab, “Tak patutkah aku untuk menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur!” Kenikmatan beribadah. Itulah yang dirasakan Baginda Rasulullah saw. ketika sedang shalat. Sedemikian nikmatnya, hingga rasa sakit dari bengkak kakinya tak lagi terasa. Beliau seperti tak ingin menyudahi komunikas...

Berlomba menjadi yang terbaik

Berlomba menjadi yang terbaik diambil dari www.warnaislam.com Dalam keseharian kita, kita senantiasa dituntut untuk berkompetisi dan berlomba, menjadi orang yang terdepan dan terbaik. Kehidupan dunia adalah ajang berlomba dan berkompetisi, berkompetisi menjadi yang terbaik. Orang yang tidak sanggup berkompetisi akan keluar dari lapangan dan tertinggal jauh. Dan hanya orang yang meraih juara atau orang yang paling cepat sampai ke finish yang berhak mendapatkan piala dan penghargaan. Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka, Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun), Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, Mereka itu bersegera (berlomba) untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. ...

Pengemis Buta Dan Rasulullah SAW

Email dari seorang teman Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya makakalian akan dipengaruhinya" . Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yangdibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakniAbubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidakbukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, ...