Monday, November 26, 2007

Tentang Nazar

Saya ingin bertanya tentang kasus di bawah ini : Ada 3 bersaudara, sebut saja A,B dan C. Suatu ketika C sakit hingga kondisinya kritis. Alhamdulillah beberapa bulan kemudian C sembuh seperti sedia kala. Ternyata tanpa sepengetahuan A, saat si C sakit, si B telah bernadzar akan menyembelih 2 ekor kambing jika si C sembuh. Sampai saat ini si B belum memenuhi nadzarnya karena alasan ekonomi. Si A bermaksud mengambil sebagian tanggung jawab memenuhi nadzar tersebut dengan menyumbang 1 ekor kambing, dengan demikian si B hanya perlu menyembelih 1 kambing saja.

Apakah cara tersebut diperbolehkan? Terima kasih sebelumnya atas jawaban pencerahannya, Pak Ustadz.

Wassalamualaykum wrwb
MMArkansas

Jawaban
Assalamualaikum
Pertama Nazar adalah termasuk ibadah yang wajib dilaksanakan. Namun kalau orang yg bernazar itu tidak mampu, dia boleh untuk menangguhkan nazar sampai dia mampu. Kalau ada orang lain yang bisa memenuhi nazarnya boleh saja, dan hutang nazar orang itu selesai.
Naumun kalau nazarnya bersifat dosa, seperti saya bernazar tidak akan berkunjung kerumah paman saya, maka nazarnya wajib dibatalkan, karena itu termasuk dosa memutuskan hubungan silaturahim. Namun untuk membatalkan nazar dia harus membayar kafarah yaitu dengan memberi makan 10 orang miskin, atau puasa 3 hari. (5:89)


Mohamad Joban
(Konsultasi Ustadz Imsis)

Saturday, November 17, 2007

Cara Makan Sehat ala Rasul SAW

Sumber : http://bangdha. multiply. com/journal/ item/1 (Abdul Hadi Rabudin)

"Min shorihil iman, ahibbu ma yuhibbuhurrosul SAW." Demikian Prof. Dr. Musthofa Romadlon memulai ceramahnya. Beliau menyitir ucapan salah seorang tokoh pergerakan tersebut, untuk memuqoddimahi muhadlorohnya tentang "ghidza`unnabiy", atau menu dan tatacara makan Rasulullah SAW, di Wisma Nusantara tempo hari.

Saya pribadi berpendapat bahwa acara tersebut merupakan salah satu yang paling ilmiah yang pernah saya temui, karena tujuannya sangat spektakuler; menghidupkan sunnah Rasulullah yang hampir dilupakan orang! Dalam setiap aktifitas dan pola hidupnya, Rasulullah memang sudah disiapkan untuk menjadi contoh teladan bagi semua manusia., termasuk dalam hal pola makan. Memang sih, hanya urusan makanan.

Tetapi kalau dengan pola makan tersebut, Rasulullah kemudian memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan sanggup mengalahkan para pegulat, tampaknya kita harus mikir lagi untuk mengatakan hanya. Ini bukan perkara remeh. S

ebab salah satu faktor penting penunjang fisik prima Rasulullah adalah kecerdasan beliau dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsinya. Selama ini kita mengenal dua bentuk pengobatan. Pengobatan sebelum terjangkit penyakit / pencegahan ( At thib Al wiqo`i), dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al `ilaji).

Nah, dengan mencontoh pola makan Rasulullah, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan. (attadawi bil ghidza`). Ini tentu jauh lebih baik daripada kita harus "berhubungan" dengan obat-obat kimia. Hal pertama yang menjadi menu keseharian Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Sudah umum di ketahui bahwa udara pagi kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain.

Ini ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktifitasnya selama sehari penuh. Maka tidak usah heran ketika kita tidak bangun di subuh hari, kita menjadi terasa begitu malas untuk beraktifitas. Selanjutnya rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya. Lepas dari subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli.

Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur`an, kata "syifa" / kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Di tinjau dari ilmu kesehatan, madu befungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan. Dalam istilah orang arab, madu dikenal dengan "al hafidz al amin", karena bisa menyembuhkan luka bakar.

Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma ajwa`/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra`, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat.

Apa rahasianya? Tujuh butir kurma! Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi kurma. Belakangan terbukti bahwa kurma memiliki zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma disaat kehamilannya. Sebab memang itu bagus untuk kesehatan janin.

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan korma, kemudian sholat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu suadah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi di konsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk menncegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah dengan keduanya. Dalam alquran, kata "at tin" hanya ada satu kali, sedangkan kata "az zaytun" di ulang sampai tujuh kali. Seorang ahli kemudian melakukan penelitian, yang kesimpulannya, jika zat-zat yang terkandung dalam tin dan zaitun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan "ahsni taqwim", atau tubuh yang sempurna, sebagaimana tercantum dalam surat at tin. Subhanallah!

Syaikh Ahmad Yasin adalah salah seorang yang rutin mengkonsumsi jenis makanan ini, sehingga wajarlah beliau tetap sehat, kuat dan begitu menggentarkan para yahudi, meskipun lumpuh sejak kecil. Kalau saja beliau tidak lumpuh, barangkali sudah habis para yahudi Israel itu.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, belaiau selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Anda kenal nama tersebut? Di mesir, kata Dr. Musthofa, keduanya mirip dengan sabbath dan ba`dunis. Masih tidak kenal juga? Dr. Musthofa kemudian menjelaskan, secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Jadi, asalkan namanya sayuran, sepanjang itu halal, Insya Allah bergizi tinggi. Maka, para penggemar kangkung dan bayam tidak usah panik. Para pedagang tauge juga tidak perlu pindah haluan. OK?

Disamping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Jadi ya kira-kira seperti bubur ayam begitulah. Kemudian beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan anggur dan hilbah.

Sekarang masuk pada tata cara mengkonsumsinya. Ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting adalah menghindari isrof, atau berlebihan.
Kata Rasulullah, "cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan, kalaupun harus makan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya" (al hadis). Ketika seseorang terlalu banyak makanannya, maka lambungnya akan penuh dan pernafasannya tidak bagus, sehingga zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik. Imbasnya, kondisi fisik menjadi tidak prima, dan aktifitaspun tidak akan maksimal.

Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab`u ,yang berarti kenyang itu bukan al imtila` , atau memenuhi. Tetapi kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya, sesuai dengan proporsi dan ukurannya. Jadi ini penting; jangan kekenyangan! Kemudian Rasulullah juga melarang untuk idkhol at thoam alatthoam, alias makan lagi sesudah kenyang. Suatu hari, di masa setelah wafatnya rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. "apa yang membuatmu menangis, wahai bunda?" tanya para sahabat. Aisyah ra lalu menjawab, "dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti".

Dan penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang tergoda untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa anda sudah kenyang. Yang selanjutnya , rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam, karena tidak baik bagi jantung.

Beliau juga meminimalisir dalam mengkonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra " Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!". Ayam, kambing, lembu, kerbau semuanya masuk. Kan kasihan tuh, tetangga nggak kebagian. Hehehe... nggak ding! Maksudnya itu tidak baik bagi kesehatan. Jadi begitu, saudara-saudara. Ini barangkali baru sedikit. Masih banyak pola hidup sehat ala Rasulullah yang bisa kita pelajari.

Kali ini, Dr. Musthofa memang khusus membahas menu makan dan cara mengkonsumsinya. Dari sini kita bisa tahu bahwa ternyata Rasulullah sangat memperhatikan masalah gizi dan menu makanan. Dan di tengah mengaburnya semangat untuk mengikuti sunnah rasul, ini bisa menjadi spirit untuk memulai menghidupkannya kembali. Apalagi menu-menu tersebut terbukti bisa dipertanggungjawabk an secara kesehatan. Nah, masih kurang ilmiah?

(disarikan dari Ceramah Umum "ghidza`unnabi" oleh Prof. Dr. Musthofa Romadlon di Wisma Nusantara, Kairo. Mesir) tulisan ini ditulis oleh Muhammad As'ad Mahmud, Lc.

Perlukah Memuji Seorang Anak?

Perlukah Memuji Seorang Anak?
Senin, 17-September-2007, 06:27:40

Sudah menjadi fitrahnya, bahwa semua manusia senang dipuji dan marah jika dicaci-maki. Begitu juga dengan anak kecil, ia akan lebih bersemangat mengerjakan sesuatu jika ia selalu mendapat pujian atas segala sesuatu perbuatan baik yang dilakukannya, terlebih jika anak tersebut telah menuai prestrasi di sekolah.

Oleh: Marlis Suryadi, Dosen IBD STIA LPPN Padang

Oleh sebab itu, orangtua jangan pelit memberi pujian bagi anak-anaknya, karena berperan membentuk perilaku, pujian juga mendorong anak untuk mencoba melakukan kegiatan-kegiatan baru serta mengembangkan rasa percaya diri anak.
Sebagai mana yang dijelaskan Prof. Dr. Zakiah Daradjat dalam sebuah acara televisi beberapa waktu lalu bahwa kalau anak berbuat baik dan dipuji, maka itu akan mendorong untuk melakukan yang lebih baik lagi. Jika anak dicela, itu akan mengecilkan hatinya.

Kalau prestasi seorang anak memang bagus dan pantas mendapat pujian, pujilah anak itu secara verbal. Pendapat senada juga disampaikan Ika Pambajeng, psikolog bagian psikitri RSCM. Menurutnya, pujian adalah salah satu cara untuk membentuk perilaku.

Kalau orang melakukan sesuatu yang baik, supaya perilakunya bertahan, dia perlu dipuji. Begitu juga halnya dengan seorang anak ia harus lebih banyak diberi pujian karena anak sedang dalam proses pembentukan perilaku.

Pada dasarnya semua orang senang dipuji, kalau ia sudah senang maka ia akan mengulang perbuatan itu lagi, jadi dia belajar mana perbuatan yang harus dia pertahankan dan mana yang harus dihindarkan. Pentingnya pujian bagi anak diakui banyak ahli.

Reynold Bean seorang penyuluh dari association for Personal and Organizational Developent santa cruz, California menyatakan bahwa pujian adalah salah satu prinsip menuju orang tua yang hebat, pujian dapat menjadi cara yang sangat efektif untuk membangkitkan semangat belajar anak.

Orang tua yang berfikir positif yang banyak menggunakan pujian saat yang tepat dan memberikan hadiah kecil atas usaha ekstra akan membuat anak merasa senang belajar. Bicara keras dan tajam serta hukuman jauh kurang efektif dibandingkan dengan pujian yang patut diperoleh anak dalam membantu anak untuk mau belajar.

Sementara ahli lain berpendapat, pujian bagaikan vitamin bagi tubuh manusia. Artinya, meski dalam bentuk dan kadar berbeda setiap manusia, anak-anak maupun orang dewasa memerlukan pujian, selain berperan membentuk perilaku positif, pujian juga mendorong anak untuk mencoba melakukan perbuatan-perbuatan baru.

Pujian juga mampu mengembangkan rasa percaya diri pada anak itu karena itu beberapa ahli menyarankan agar orang tua tidak pelit memberikan pujian bagi anak-anaknya, meski hasil yang dicapainya masih jauh dari sempurna, sebab itu memuji anak akan tahu bahwa orang tua menghargai usahanya sehingga kelak ia tak akan menyerah jika menghadapi kesulitan.

Mesti mengakui betapa pentingnya pujian bagi anak, namun Zakiah Daradjat mengingatkan agar orang tua tidak memberikan secara berlebihan pada anak, sebab pujian berlebihan membuat anak tidak mengenal siapa sesungguhnya dirinya serta tidak mengenal jati dirinya. Oleh sebab itu, pujian harus objektif dan profesional.

Jika pujian terhadap anak berlebihan maka ia tidak akan mengetahui kekurangan dirinya dan justru akan menjatuhkan harga dirin anak terutama saat anak menginjak usia remaja, di mana ia mulai memahami lebih banyak mengetahui tentang dirinya. Mungkin masa kecil anak enjoy saja dengan pujian itu, namun saat memasuki usia remaja teman-temannya mengatakan hal yang berbeda dari apa yang dipujikan itu, sehingga ia tidak siap menerima kekurangan yang ada pada dirinya.

Malah, Paul Kroop dalam bukunya I’ll be the parente, you be yhe kid mengatakan pujian yang berlebihan akan menompakan harapan-harapan yang tidak realistis di dalam diri anak dan membuat pencapaian prestasi nyata menjadi terlalu tergantung pada bagaimana penialian orang tehadapnya, sedangkan sebaliknya apabila terlalu sedikit memberikan pujian kepada seorang anak akan membuat mereka merasa kurang berharga dan depresi.

Bagaimana bila anak tidak pernah mendapatkan pujian dari orang tuanya? Menurut Ika Pambadjeng, anak yang tidak pernah mendapat pujian padahal sudah menghasilkan banyak keberhasilan maka seorang anak akan mudah kecewa serta putus asa dengan kegagalan meskipun kecil. Karena ia merasa hanya akan dipuji jika ia benar-benar berhasil.

Beberapa anak yang tidak kuat akan tumbuh stres, gagal sedikt saja dia akan stres. Di samping itu orang yang tidak pernah dipuji ia juga tidak bisa memuji orang lain sebab tidak pernah merasakan bahagianya hidup dipuji mungkin ia merasa tidak pernah dihargai orang lain akhirnya mengakibatkan ia pun tidak pernah belajar menghargai orang lain.

Sedangkan menurut Zakiah Daradjat, bila anak tak pernah dipuji dia tak akan pernah mengetahui dan mempunyai parameter yang jelas, kapan ia berhasil dan kapan patut menerima pujian, tentu saja ia akan merasa tidak dihargai dan akhirnya ia akan merasa rendah diri dan minder. Menurut pendapat penulis, apapun alasannya yang jelas pujian bila diberikan dalam kedudukan yang benar maka akan mampu meberikan pengaruh dan dorongan yang positif bagi seorang anak.

Oleh karena itu, tak sewajarnya apabila orang tua atau guru pelit memberi pujian, yang penting jangan sampai salah menempatkan pujian serta berlebih-lebihan memberikan pujian sebab bisa-bisa seorang anak malah menjadi sombong akibat pujian tersebut serta tidak menyadari segala kelemahan dan kekurangan yang ada pada dirinya. (***)

sumber : Padang Ekspres on line

Friday, November 09, 2007

Etika Allah dan Rasulullah dalam menegur

Assalamualaikum
Untuk menjawab pertanyaan Bagamana etika Allah SWT dan Rasulnya (SAW) dalam menegur.

Misalnya ketika Allah mengeritik atau menegur sikap Rasulullah SAW yang mengacuhkan kedatangan orang buta (Abdullah ibn Maktum), yang datang untuk belajar tentang Islam. Rasululllah ketika itu sedang berdawah dihadapan pemuka-pemuka Quraish, dimana beliau (SAW) berpendapat bahwa kalau mereka ini masuk Islam, maka Islam akan kuat dan banyak pengikut mereka nantinya mausuk Islam. Sedangkan orang buta ini tidak punya pengikut, kalau masuk Islam hanya dia saja yang masuk.

Namun Allah SWT menegrunya sikap beliau itu. Tapi lihat bagaimana cara Allah SWT menegur beliau: “Dia bermuka masam dan berpaling, [2] karena telah datang seorang buta kepadanya.” (Abasa 1-1)

Biasanya seorang Boss kalau menegur bawahannya itu dengan redeksi lansung dengan menggunakan kata-kata… ‘Kamu’ misalnya. Kan mestinya ayat itu berbunyi “Oh Muhammad kenapa mukanmu masam dan berpaling ketika… “ Tapi Allah mengguanakan ‘orang ketiga ’Dia’. Seolah-seolah bukan Muammad yang berbuat demikian. Maka setelah itu beliau (SAW) tidak pernah berbuat seperti itu lagi. Malah setelah itu kalau beliau ketemu dengan Abdullah (RA) suka berkata: ”Marhaban dengan orang yang dengannya saya ditugar oleh Tuhanku.”

Sebagaimana kiat ketahui bahwa umumnya sifat manusia itu tidak mau ditegur secara langsung atau dituding.

Demikian juga halnya dengan etika Rasulullah SAW dalam mengritik atau menegur. Sering kita menjumpai Hadith-hadith yang berbunyi demikian: ”Saya dengar ada diantara kamu yang tidak bakti kepada orang tuanya...” atau: ”Ada suatu kaum, atau suatu golongan yang.... ”

Dengan cara beliau ini maka orang atau kaum yang ditegur dan dikeritik tidak merasa sakit hati atau tersinggung. Juga kalau ada orang lain, atau golongan lain yang berbuat yang sama, mereka juga bisa mengambil manfaat dan pelajaran.

Kalau seorang penulis menyebutkan nama suatu golongan/aliran, jelas mungkin mereka akan merasa tesinggung, dan mungkin tidak akan menerimanya. Juga mungkin ada golongan yang lain yang mempunyai pemikiran atau berbuat perbuatan yang sama, tidak bisa mengambil manfaat, karena mereka manganggap itu bukan untuk mereka.

Maka sebagai sorang muslim yang baik, apabila mendengar dan membaca tulisan atau mendengar ceramah yang menyinggung dirinya, maka dia pasti akan merenungkannya, lalu mengamalkannya. Sayidina Umar RA kalau ada orang yang mengeritiknya suka berkata: ”Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufiq dan memberikan pahala kepada orang yang menunjukan keselahanku..”

Wallahu ’alam
Mohamad Joban

Pertanyaan lanjutan
Kenapa dalam surat Tahrim cara Allah menegur kepada Rasulullah (SAW) secara langsung, tidak seperti dalam surat Abasa?

Jawaban

Mungkin karena dalam surat Abasa adalah berkenaan dengan masalah etika (behavior), dimana menegur secara tidak langsung akan lebih diterima oleh orang yang ditegur.

Sedangkan dalam surat Tahrim adalah berkenaan dengan masalah Hukum: Halal-Haram. Dalam hal hukum mesti tegas dan langsung, sehingga jelas dan tidak membingungkan.

Kisahnya sbb:
Allah censures His Prophet for Prohibiting Himself from what He has allowed for Him In the Book of Vows
Al-Bukhari recorded that `Ubayd bin `Umayr said that he heard `A'ishah claiming that Allah's Messenger used to stay for a period in the house of Zaynab bint Jahsh and drink honey in her house. (She said) "Hafsah and I decided that when the Prophet entered upon either of us, we would say, `I smell Maghafir on you. Have you eaten Maghafir' When he entered upon one of us, she said that to him. He replied (to her),
«لَا، بَلْ شَرِبْتُ عَسَلًا عِنْدَ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ وَلَنْ أَعُودَ لَه»
(No, but I drank honey in the house of Zaynab bint Jahsh, and I will never drink it again.)'' Then the following was revealed;
[يأَيُّهَا النَّبِىُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ]
(O Prophet! Why do you fobid that which Allah has allowed to you) up to,

Mohamad Joban

Berdekat-dekatlah dengan AlQuran

Muhammad Nuh

“Orang yang dalam dadanya tidak ada sedikit pun dari Alquran, ibaratrumah yang bobrok.” (HR. At-Tirmidzi)Maha Bijaksana Allah swt. yang menciptakan kehidupan dengan segala kelengkapannya. Laut yang luas dengan segala kandungannya. Langit yangbiru dengan gemerlap hiasan bintang-bintangnya. Dan kehidupan manusia dengan kelengkapan aturan dan rambu-rambunya.

Berdekat-dekatlah dengan Al-Quran, hati akan memperoleh kesegaran. Hati sebenarnya mirip dengan tanaman. Ia bisa segar, layu, dan kering.Karena itu, hati butuh sesuatu yang bisa menyuburkan: siraman air yang menyejukkan, kehangatan matahari yang menguatkan, dan tanah gembur yang banyak makanan.Untuk hati, siraman air adalah cahaya Al-Quran, kehangatan matahari adalah nasihat, dan tanah gembur merupakan lingkungan yang baik.

Hati yang selalu dekat dengan Al-Quran bagaikan tanaman yang tumbuh disekitar mata air nan jernih. Ia akan tumbuh subur dan kokoh.Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, dilingkupi pada diri mereka rahmat, dilingkari para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yangada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)

Berdekat-dekatlah dengan Al-Quran, pandangan akan menemukan kejernihan. Secanggih apa pun sebuah gagasan, pemikiran; selama tidak bersandar pada Al-Quran, selama tidak dibimbing Al-Quran, hanya akanberkutat pada persoalan teknis. Bukan sesuatu yang ideal. Hanya akan berkutat pada materi dan materi.Itulah yang diraih peradaban Barat saat ini. Sekilas kehidupan masyarakatnya seperti makmur sejahtera, padahal nilai-nilai sosial disana sudah luntur. Idealita hidup menjadi begitu dangkal.

Nilai hidup dan kemanusiaan menjadi tidak begitu dihargai.Begitu pun ketika umat Islam berjarak dengan Al-Quran. Semakin jauh,pola pikir akan terjebak pada persoalan materi. Masalah yang muncul tidak pernah terselesaikan. Karena gagasan tidak mampu menyentuh persoalan inti, cuma berkutat pada yang kulit.Krisis bangsa ini ada pada sisi moral. Dan itu ada dalam jiwa manusia. Upaya perubahan tidak akan punya arti jika tanpa ada pembenahan pada jiwa manusia. Allah swt. berfirman, “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehinga mereka mengubah keadaan yang ada pada jiwa mereka sendiri….” (Ar-Ra’du: 11)

Berdekat-dekat dengan Al-Quran akan menyegarkan jiwa. Segala syahwat buruk yang melahirkan emosi jahat bisa terkikis. Pandangan pun akanmenjadi jernih. Maha Suci Allah dalam firman-Nya, “Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Alquran itu tidaklah menambah kepadaorang-orang zalim selain kerugian.” (Al-Isra’: 82)

Berdekat-dekatlah dengan Al-Quran, langkah akan mendapat bimbingan.Siapa pun kita, tetap tidak bisa keluar dari sifat sebagai manusia.Kadang melangkah dengan semestinya, kadang juga tersasar. Inilah diantara kelemahan manusia yang tidak bisa menentukan dengan kemampuandirinya: mana jalan yang benar, dan mana yang tidak. Ia butuhbimbingan.Hati yang segar dan pemikiran yang jernih akan menggiring langkah kejalan yang lurus. Khusus mereka yang selalu dekat dengan Al-Quran,jalan kehidupan seperti dilengkapi rambu-rambu. Begitu jelas.

Kalaupun ia tersasar karena sifat manusianya, akan ada rasa tidaknyaman. Firasat imannya seperti memberikan sinyal. Bisa dalam bentuk kegelisahan, keraguan, dan sebagainya. Ia tidak lagi butuh teguran apalagi hukuman. Cukup dengan isyarat dari Allah swt., kesadaran pun kembali segar.“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahayaitu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah MahaPengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hadiid: 28)

Berdekat-dekatlah dengan Al-Quran, kita tidak akan pernah sendirian.Keimanan dalam hati seseorang bisa terang, bisa juga redup. Ketikaredup itulah, seorang mukmin seperti dalam kesendirian. Ada ketakutan,putus asa, ketidakmampuan, dan sejenisnya. Dunia seperti hutan lebattanpa seorang pun di sana, kecuali dia seorang. Ia sangat butuh teman.Seorang mukmin yang membaca Al-Quran, ia seperti sedang berdialogdengan seorang teman sejati. Yang siap menunjukkan yang salah dan yangbenar. Ia menuntun sang teman kepada jalan yang baik, penuh kebahagiaan dan keselamatan.Rasulullah saw. mengatakan, “Siapa yang ingin berdialog denganRabbnya, maka hendaklah dia membaca Al-Quran.” (HR. Adailami danAl-Baihaqi).

Kini semua pilihan terhampar. Petunjuk dan rambu-rambu pun sudahdiberikan. Tinggal kita yang harus menentukan: memilih jalan bersamaAl-Quran, atau tidak. Maha Benar Allah dalam firman-Nya, “…makabarangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapayang ingin (kafir) biarlah ia kafir….” (Al-Kahfi: 29)

Monday, October 15, 2007

Kumpulan Mutiara Hadist (2)

Dari Aisyah r.a, berkata, saya mendengar RasulullahSaw. bersabda, "Sesungguhnya orang mukmin itu denganbudi pekertinya yang baik dapat mengejar derajat orangyang selalu berpuasa dan shalat malam." (Riwayat Abu Daud)
******

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke sorga." (Riwayat Muslim)
******

"Amal itu kerangka yang mati, dan ruhnya adalah keikhlasan yang ada padanya."
Ibn 'Atha'illah, Al-Hikam, No. 10, Hal. 29
******

Dari Abu Musa al-'Asy'ari r.a, katanya, Nabi MuhammadSaw berkata, "Setiap orang Islam berkewajiban untuk bersedekah." Para sabahat bertanya."Kalau tidak adaapa-apa ?" Rasul menjawab, "Ia berusaha dengan kedua tangannya, lalu ia mendapat manfaat bagi dirinya dania bersedekah." Mereka bertanya, "Kalau ia tidak sanggup, atau tidak melakukannya ?" Rasul menjawab,"Ia membantu orang yang menderita dan memerlukan bantuan." Mereka bertanya, "Kalau tidak dilakukannya?" Rasul menjawab, "Ia menyuruh melakukan kebaikan."Mereka bertanya, "Kalau ia tidak melakukannya ?"Beliau menjawab, "Ia menahan diri untuk tidakmelakukan kejahatan. Itu berarti sedekah baginya."(Riwayat Bukhari)
******

Dari Anas r.a berkata, saya mendengar Rasulullah Sawbersabda, "Allah ta'ala berfirman : "Wahai anak Adam,selama kamu berdo'a dan mengharap kepadaKu niscaya Aku ampuni dosa yang telah kamu lakukan dan Aku tidak memperdulikan berapa banyaknya. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu bagaikan awan di langit kemudian kamu minta ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampunimu, dan Aku tidak mempedulikan berapa banyak dosamu. Wahai anak Adam seandainya kamu datangkehadapanKu dengan membawa dosa seisi bumi kemudian bertemu dengan Aku tanpa menyekutukan sesuatu apa pun denganKu, niscaya Aku mengampuni dosa yang seisi bumiitu." (Riwayat At Turmudzy)
******

Dari Abu Ayyub r.a bahwasanya Rasulullah Saw.bersabda, "Barangsiapa yang puasa pada bulan Ramadhan kemudian diikutinya dengan puasa enam hari dari bulan Syawal maka ia seperti puasa sepanjang tahun."(Riwayat Muslim)
******

Dari Ibnu 'Abbas r.a, dari Nabi Muhammad Saw yangdiriwayatkannya dari Tuhannya, beliau bersabda, Allahberkata, "Sesungguhnya Allah menuliskan semuakejahatan dan kebaikan, kemudian dijelaskannya: Siapa yang berniat melakukan satu kebaikan dan tidak dilaksanakannya, maka Allah menuliskan disisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Kalau orang itu berniat melakukan suatu kebaikan dan hal itu dilaksanakannya, maka Allah menuliskan disisi-Nyauntuk orang itu sepuluh kebaikan sampai tujuh ratuskali lipat, sampai berlipat ganda. Siapa yang berniatmelaukan suatu kejahatan, tetapi tidak dilaksanakannya, maka Allah menuliskan disisi-Nya untuk orang itu satu kebaikan yang sempurna. Tetapi kalau ia berniat melakukan kejahatan dan dilaksakannya, maka Allah menuliskan disisi-Nya untuk orang itu, satu kejahatan." (Shahih Bukhari IV)
******

Dari Ibnu Mas'ud r.a berkata, Rasulullah Saw bersabda,"Maukah kamu sekalian aku beritahu tentang orang yang diharamkan untuk masuk neraka? Atau tentang orang yang mana neraka diharamkan padanya? Neraka itu diharamkan pada setiap orang yang mendekatkan diri kepada Allah,yang bersikap lemah lembut, lunak dan suka mempermudah. "
******

Ajarkanlah kebaikan kepada anak-anakmu dan didiklah mereka dengan budi pekerti yang baik." (HR. AbdurRazzaq & Said bin Mansyur)

******
Dari Ibu 'Abbas r.a, katanya, Nabi Muhammad Sawbersabda, "Ada dua nikmat yang sering kebanyakan manusia tertipu tentangnya (sering melupakannya) ,yaitu: waktu sehat dan waktu senggang." (ShahihBukhari IV no.1737)
******

Dari Amru bin Syu'aib r.a meriwayatkan dari ayahnya,dari kakeknya r.a bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Jika salah seorang diantara kamu resah (menjelang) tidur,hendaklah ia mengatakan, 'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari marah-Nya,hukuman-Nya, dan dari kejelekan hamba- hamba-Nya,serta dari berbagai godaan setan dan kehadirannya. 'Sesungguhnya setan sama sekali tidak akan membahayakannya. "(HR Abu Daud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i)
******

Rasulullah Saw bersabda, "Dalam tubuh manusia ada segumpal darah yang jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya. Namun jika rusak, rusak pulalah seluruh tubuhnya. Segumpal darah itu ialah hati."(HR Bukhari dan Muslim dari An-Nu'man bin Basyir)
******

Hendaknya kamu berhati-hati untuk berdusta.Sesungguhnya kedustaan itu membawa kepada kejahatan,dan kejahatan itu membawa ke neraka. Kalaulahseseorang itu terus menerus berdusta, dan memelihara kedustaan, maka ia digelari disisi Allah sebagai pendusta. (HR Muslim, Abu Daud, dan At-Tirmidzi)
******

Rasulullah Saw mengatakan bahwa kebencian dan kedengkian merupakan salah satu penyakit umat yang sangat berbahaya, dan sangat mempengaruhi agamanya. Beliau bersabda, "Manusia akan tetap berada di dalamk ebaikan selama dia tidak mempunyai rasa dengki."(Diriwayatkan oleh Thabrani)
******

(Dikutip oleh Shelly M)

Tuesday, September 18, 2007

Hukum membaca Al Quran tanpa tahu artinya

Dari milis teman..

Assalamu alaikum waro hmatulloh wa barokatuh
Begini pak ustad, saya ingin tahu apa hukumnya membaca alqur'an tapi yang membacanya tidak tahu artinya?
Atas jawaban pak ustad saya ucapkan banyak terima kasih.
Wassalamu'alaikum war ohmatulloh wabarokatuh

Saidin Tgr

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Al-Quran sesungguhnya merupakan kitab yang berisi petunjuk dasar untuk hidup di alam dunia. Dengan menggunakan petunjuk itulah, kita diminta oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah dalam arti luas, bukan terbatas pada ruang lingkup ritual dan sakral, tetapi seluruh aplikasi kehidupan manusia sesungguhnya bagian dari ibadah. Tanpa menggunakan petunjuk itu, maka apapun yang kita niatkan sebagai ibadah akan sia-sia.

Maka selayaknya sebagai muslim, kita bukan sekedar hanya membaca Al-Quran sebagai ritus ibadah, tetapi lebih dari itu, seharusnya kita mempelajari maknanya, mendalami esensi isinya, serta pengimplementasikan perintah-perintah yang ada di dalamnya menjadi suatu tindakan yang nyata.

Al-Quran sendiri telah mengumpamakan orang yang membaca kitab namun tidak mengerjakan isinya seperti layaknya keledai yang memanggul kitab.

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. (QS. Al-Jumu'ah: 5)

Maka menjadi kewajiban kita untuk mempelajari isi kitabullah, sebagaimana ciri orang yang bersifat rabbani.

Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (QS. Ali Imran: 79)

Perintah untuk melakukan tadabbur Al-Quran juga kita dapati sebagai sebuah keharusan sebagai seorang muslim.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quraan ataukah hati mereka terkunci? (QS. Muhammad: 24)

Sekedar Membaca pun Ibadah

Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa Al-Quran itu memang lain dari wahyu yang lain. Salah satu kelebihannya adalah bila dibaca, meski tidak dipahami maknanya, Al-Quran tetap mendatangkan pahala. Walaupun manfaatnya menjadi sangat sedikit dibandingkan bila kita paham maknanya.

Namun perintah membaca tetap ada, sehingga meski kita belum menguasai bahasa arab, tetap saja membaca Al-Quran merupakan perintah dari Allah SWT. Perintah untuk membaca Al-Quran kita temukan bertebaran di dalam Al-Quran sendiri, di antaranya ayat berikut ini:

Bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an.(QS. Al-Muzzammil: 20)

Selain ayat Quran juga banyak hadits nabawi yang menganjukan kita untuk membaca Al-Quran, tanpa menekankan pentingnya kita mengerti maknanya.

1. Orang yang Baca Al-Quran dengan Yang Tidak Baca Berbeda

Salah satu nash hadits secara tegas membandingkan orang yang membaca Al-Quran dengan yang tidak membaca Al-Quran.

Dari Abu Musa Al-Asy`arit berkata, Rasulullah bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah limau baunya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan kurma, rasanya lezat dan tidak berbau. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur`an bagaikan buah raihanah yang baunya harum dan rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur`an bagaikan buah hanzholah tidak berbau dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits ini jelas sekali bahwa sekedar membaca Al-Quran atau tidak membacasudah membedakan kedudukan seseorang. Berarti ada nilai tersendiri untuk sekedar membaca Al-Quran.

2. Bersama Malaikat

Hadits ini juga sangat eksplisit menyebutkan tentang orang yang membaca Al-Quran, yaitu dijanjikan Allah akan di tempat bersama dengan para malaikat.

Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran." (HR Bukhari Muslim)

Semakin tegas lagi ketika lafadz hadits ini menyebutkan kasus orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata yang tetap saja akan diberikan pahala. Jelas menunjukkan tentang pentingnya membaca Al-Quran.

3. Bacaan Quran adalah Syafaat

Selain itu juga kita temukan adanya dalil yang menyebutkan tentang salah satu fungsi bacaan Quran sebagai syafaat yang akan menolong kita di hari akhir nanti.

Dari Abu Umamah Al-Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda, "Bacalah Al-Qur`an!, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (HR Muslim)


4. Diberi Pahala per Huruf

Dan semakin tegas lagi pentingnya membaca Al-Quran ketika Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata bahwaRasulullahSAW, "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan "Alif lam mim" itu satu huruf, tetapi "Alif" itu satu huruf, "Lam" itu satu huruf dan "Mim" itu satu huruf." (HR At Tirmidzi dan berkata, "Hadits hasan shahih).

Betul-betul disebutkan bahwa membaca Al-Quran itu berpahala dan pahalanya dihitung perhuruf, di mana setiap huruf akan dikalikan sepuluh kebajikan.

Semua dalil ini menunjukkan bahwa sekedar membaca Al-Quran tanpa memaham arti, juga sudah mendatangkan pahala. Namun kalau kita bandingkan dengan dalil-dalil yang lain, tentu pahalanya akan menjadi lebih berkah, lebih banyak dan lebih besar, manakala kita pun juga mengerti dan paham makna bacaan yang kita baca.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Wednesday, August 22, 2007

Menciptakan Rumah yang Nyaman untuk Belajar

Halal Guide -- Rumah adalah tempat anggota keluarga menghabiskan sebagian besar waktu dalam sehari. Rumah, sebagaimana sunnah Rasulullah SAW, sebisa mungkin harus memberikan aura kenyamanan, sehingga dalam kiasan disebutkan seperti surga. Rumah juga menjadi elemen penting yang mempengaruhi pendewasaan setiap penghuninya, serta pertumbuhan anak-anak.

Dalam proses belajar anak-anak, kondisi rumah sering kali diabaikan. Para orangtua sibuk mempersiapkan bahan belajar, namun alpa mengkondisikan rumah agar nyaman bagi kegiatan belajar.

Ada tiga kebutuhan yang perlu dipenuhi dalam pelaksanaan homescholling, yaitu kebutuhan psikis, akal dan fisik anak. Termasuk dalam kebutuhan psikis anak antara lain adalah kebutuhan rasa aman, penghargaan, dan percaya diri. Kebutuhan psikis orangtua juga harus terpenuhi, terutama dalam hal kedisiplinan, konsistensi, dan kekompakan dengan pasangan. Kebutuhan akal anak terkait dengan cara belajar dan materi belajar.
Kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang dibutuhkan oleh fisik anak untuk proses belajar yang optimal, yakni termasuk makan dan minuman bergizi, serta sarana penunjang belajar yang ergonomic (cocok untuk ukuran dan bentuk tubuh anak) sehingga membuat anak nyaman belajar.

Sarana Penunjang Belajar

Emmy Soekresno, SPd, Konsultan Taman Bermain Jerapah Kecil, mengatakan bahwa anak-anak membutuhkan furnitur khusus yang mendukung pembelajaran yang optimal.
Meja yang baik bagi anak-anak adalah yang berbentuk lingkaran atau berbentuk U. Bentuk meja seperti ini, selain aman buat anak-anak karena tidak ada sisi-sisi tajamnya, juga menambah kehangatan suasana. Menurut Emmy, meja belajar berbentuk persegi panjang yang menghadap satu arah sangat tidak efektif karena mengurangi kehangatan anak dan orangtua. Dengan meja bulat, orangtua dapat duduk bersebelahan dengan anak-anak.
Perhatian tetap dapat terbagi dengan baik, meski jumlah anak lebih dari satu. Dengan suasana yang hangat, kemesraan akan lebih terjalin, belajar akan terasa menyenangkan. Duduk lesehan juga dapat dipakai sebagai alternatif. Namun, tetap disarankan menggunakan bantal dan meja kecil yang ukurannya sesuai dengan usia anak dengan sisi-sisi yang tumpul. Bila anak belajar tanpa meja, dikhawatirkan akan mempengaruhi bentuk tulang punggung anak kelak akibat posisi yang membungkuk. Anak juga harus selalu diingatkan untuk belajar dengan posisi yang baik, tidak duduk bersender, terlalu maju, atau pun terlalu bungkuk. Biasakanlah untuk duduk tegak, namun tidak tegang.

Suhu ruangan dan pencahayaan pun penting dalam menunjang suasana belajar yang menyenangkan. Suhu yang baik adalah yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Sementara, lampu yang baik adalah yang berwarna putih yang datang dari sisi kanan atau kirinya, sehingga pada saat belajar tidak terhalang oleh bayangannya sendiri. Mainan sebagai penghilang jenuh dan pemicu kreativitas juga harus disediakan sesuai dengan tahap usia perkembangan anak.

Pada tahap bayi (0-2 tahun), target pembelajarannya itu adalah motorik halus dan kasar. Mainan yang tepat untuk bayi harus memenuhi persyaratan aman bagi bayi, yaitu ukurannya tidak lebih kecil dari 4 cm, pewarnaannya tidak mengandung racun, dan tidak memiliki sisi tajam yang membahayakan. Karena memerlukan desain khusus dan bahan yang lebih berkualitas, biasanya harga mainan bayi yang memenuhi syarat relatif lebih mahal. Seorang ahli pendidikan, Maria Montessori, menekankan pentingnya perkembangan anak pada usia enam tahun pertama, sekaligus menekankan tentang pentingnya mempersiapkan rumah yang ‘ramah anak’.

Orang dewasa sering lupa bagaimana sulitnya anak beradaptasi dengan benda-benda rumah yang tidak sesuai dengan ukuran anak. Montessori menganjurkan agar proses belajar lancar dan anak mampu membantu dirinya sendiri, maka orangtua perlu ‘mengisi’ ruangan rumah, minimal hal-hal yang terkait dengan anak menjadi sesuai dengan kebutuhan anak. Untuk memenuhi kebutuhan ini, bukan berarti semua perlengkapan rumah perlu diganti, namun bisa disiasati dengan memodifikasi perabot rumah tangga yang ada. Misalnya, untuk menggantung pakaian di lemari orangtua perlu menambahkan tangga kayu di depan lemari agar anak mudah menjangkau gantungan baju. Prinsip Montessori adalah ‘Satu tempat untuk semua dan semuanya berada di tempatnya masing-masing’. Dengan prinsiptersebut, orangtua perlu menyediakan tempat untuk peralatan anak dan mensosialisasikanny a pada anak. Dengan begitu, sehabis bermain dan belajar anak mudah mengembalikan mainannya dan peralatannya ke tempat yang sudah disediakan. Pengaturan Waktu Belajar

Dalam menerapkan homescholling, orangtua perlu membantu anak untuk mampu mengerti jadwal hariannya, kapan saat tidur, bermain, dan belajar. Kadang-kadang ibu perlu tegas menegur anak untuk berhenti bermain saat tiba waktunya untuk istirahat. Dalam hal pengaturan jadwal ini orangtua perlu melihat kebiasaan Rasulullah SAW. Berdasarkan penelitian fungsi otak, pada waktu menjelang dzuhur, sekitar pukul 11-12, otak mengalami penurunan fungsi. Pada saat menjelang zuhur, biasanya Rasulullah SAW, beristirahat sejenak. Sebaiknya jangan mengajak anak untuk belajar pada waktu tersebut, melainkan ajak anak untuk beristirahat, tidur. Otak berfungsi dengan baik pada pukul 7 hingga 10 pagi, dan mencapai puncak pada pukul 9-10 pagi. Jadi, waktu belajar yang baik berada pada rentang waktu tersebut. Jangan biarkan anak-anak bangun di atas jam 9. Biasakan anak bangun tidur di waktu subuh untuk membangun kebiasaan baik, sebagaimana yang Rasulullah lakukan, tidur setelah Isya dan bangun sebelum subuh.

Sore hari menjelang ashar kinerja otak juga baik sehingga waktu antara ashar dan maghrib dapat dimanfaatkan untuk belajar. Sebaliknya, jangan biarkan anak tidur pada masa itu. Rasulullah SAW pun melarang umatnya untuk melakukan hal itu. Bila perlu, buatlah media yang ditempel di kamar tidur anak untuk mengingatkannya tentang barometer waktu. Cari gambar yang sesuai yang digambarkan jam di atasnya. Misalnya, gambar kamar mandi di atasnya tergambar jam 6; gambar makanan di atasnya jam 7 jam 12 dan jam 5 sore; gambar tempat tidur di atasnya tergambar jam 11.30 dan jam 20; gambar buku di atasnya jam 9 dan jam 16. Pada awalnya, mungkin orangtua perlu berulang-ulang mengingatkan anak perihal jadwal tersebut, namun makin lama anak akan terbiasa dengan jadwalnya


Mohamad Joban

Tuesday, August 14, 2007

Payudara Meradang pada Masa Menyusui bayi

Radang payudara (mastitis) tidak jarang dijumpai pada wanita yang sedang menyusui. Tandanya, kulit payudara merah dan bengkak, teraba panas, serta payudara sakit bukan main. Adanya mastitis biasanya menandakan gaya hidup dan pola menyusui yang tidak benar, seperti ketidakteraturan menyusui (sering dilongkapnya waktu menyusui), sering memberikan susu formula untuk menggantikan ASI, atau tidak memompa payudara secara teratur.

Selain itu, kelelahan dan stres juga bisa menurunkan kekebalan tubuh si ibu sehingga timbul radang. Agar mastitis tidak terjadi, faktor-faktor diatas harus diperbaiki.

Cara mencegah radang payudara:
Keluarkan kelebihan ASI dengan segera. ASI yang tidak dikeluarkan akan menumpuk dan menimbulkan penyumbatan di dalam payudara yang dapat berujung peradangan.
Susui bayi sesering mungkin dan jangan memperpanjang jarak antar tiap waktu menyusui.
Jika payudara sudah terasa penuh ASI, bujuklah bayi untuk menyusui. Anda tidak perlu menunggu sampai si kecil merasa lapar.

Cara mengatasi radang payudara:
Istirahat. Istirahat akan menghilangkan stres dan meningkatkan kekebalan tubuh Anda kembali.

Kompres payudara. Secara bergantian, kompres payudara Anda dengan kompres hangat dan dingin. Kompres dingin menghilangkan rasa nyeri, sedangkan kompres panas membantu memerangi peradangan.

Pijat daerah yang sakit. Pemijatan akan meningkatkan sirkulasi, mengurangi penyumbatan payudara serta membantu meningkatkan faktor imunitas di payudara. Pijatlah payudara Anda sambil mandi air hangat atau berendam air hangat.
Jangan berhenti menyusui meskipun payudara meradang. Penghentian ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi kuman penyakit pada payudara yang dapat berlanjut menjadi abses payudara (payudara bernanah).

Susuilah lebih sering di payudara yang meradang .
Susuilah payudara yang meradang sampai kosong, karena apabila ada yang tersisa akan lebih mudah terinfeksi lagi.

Sebaiknya langsung susui bayi (jangan dipompa), kecuali jika terpaksa karena bayi menolak menyusu, keluarkan ASI dengan tangan atau dipompa.
Mulailah menyusui dengan payudara yang sehat, setelah itu baru ganti ke payudara yang sakit.

Cara ini akan mengurangi nyeri saat menyusu.
Apabila bayi Anda menolak untuk menyusu pada payudara yang meradang, ini dapat disebabkan karena peradangan kelenjar susu meningkatkan kadar sodium (garam) pada ASI sehingga rasanya jadi asin. Kebanyakan bayi tidak menyadari rasa asin ini, tetapi ada bayi yang menolak untuk meminumnya. Apabila bayi Anda menolak, mulailah menyusui dari payudara yang sehat, baru selanjutnya tukar ke payudara yang meradang.
Apabila peradangan terus berlanjut, segeralah periksa ke dokter.

(Tim Dep Kes IMSIS)

Wednesday, July 25, 2007

Belajar Membaca pd Anak

Assalamu’alaikum Wr Wb



Ibu-ibu Imuslimah yang disayangi Allah,Tips kesehatan minggu ini bukan merupakan tips kesehatan, karena saya ingin berbagi cerita mengenai “Belajar membaca pada Anak” Belajar membaca, merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Sejak berusia 6 bulan si kecil sudahbisa kita ajak untuk cinta buku dan cinta baca. Sejak lahir hingga usia 1 tahun.



1.Sering-seringlah bermain dengan si bayi, ajak sibayi bicara, bernyayi, dan perbanyak permainan dengan jari. Saat berbicara dan bernyanyi bersamanya lakukan selalu kontak mata dengannya.

2.Berikan si kecil buku yang aman untuk usianya(lunak, sehingga aman untuk digigit)

3.Tunjuk dan sebutkan nama-nama benda yang ada di buku tersebut, walaupun mungkin saat itu dia belum memahaminya.

4.Bacakan si kecil sebuah cerita dengan berbagai macam suara (sesuai karakter yang ada di buku tersebut),walaupun sikecil belum memahami cerita yang kitabacakan, namun dia akan senang dengan dengan ritmesuara kita, saat kita membacakan cerita tersebut.

Usia 1 tahun hingga 3 tahun.
1.Bacakan si kecil cerita setiap hari,dan biarkan sikecil yang menentukan cerita yang diinginkannya(biarkan saja seandainya cerita yang diinginkan setiap hari selalu sama)
2.Dorong si kecil untuk membacakan cerita atau yangbercerita untuk kita
3.Jadikan kunjungan ke perpustakaan sebagai kegiatanrutin untuk si kecil.
4.Jangan lupa untuk selalu berbagi cerita tentang kegiatan kita saat tidak bersamanya dengan si kecil.

Usia 3 hingga 5 tahun.
1.Sejak usia 3 tahun, sebaiknya si kecil mulai kitakenalkan huruf, misal dengan mengajaknya untukbernyanyi A B C. Baca bersama buku alphabet dengan sikecil, dan tunjuk nama-nama huruf tersebut satu demisatu.
2.Sejak usia 4 tahun dorong si kecil mulai merangkaiatau membaca rangkaian huruf huruf tersebut dalam sebuah kata, biasakan anak untuk mengenal huruf atau membaca tulisan yang dia jumpai saat berjalan-jalan,misal logo restaurant, nama toko, judul majalah, judul surat kabar dsb.
3.Acara televisi, video, dan sejumlah program komputer dapat kita gunakan sebagai alat bantu bagi si kecil saat belajar membaca, dampingilah si kecil saat melakukannya. Namun untuk usia ini sebaiknya kegiatan tersebut tidak dilakukan lebih dari 3 jam sehari.
4.Jadikan membaca bersama merupakan kegiatan rutin sebelum tidur.
5.Biasakan untuk menulis surat buat si kecil dengan kata-kata yang mudah untuknya dan dengan kertas yang menarik, si kecil pasti akan suka membacanya.
6.Dan dorong si kecil untuk membalas surat kita dan menulis surat buat teman-temannya.

Semoga bermanfaat,
Salam sayang untuk si kecil,

Wassalamu’alaikum Wr Wb,
Ovie Wijayanto

Saturday, June 23, 2007

TUJUH MACAM PAHALA YANG DAPAT DINIKMATINYA SELEPAS MATINYA

Dari Anas r.a. berkata bahwa ada tujuh macam pahala yang dapat diterima seseorang itu selepas matinya.
1. Sesiapa yang mendirikan masjid maka ia tetap pahalanya selagi masjid itu digunakan oleh orang untuk beramal ibadat di dalamnya.
2. Sesiapa yang mengalirkan air sungai selagi ada orang yang minum daripadanya.
3. Sesiapa yang menulis mushaf ia akan mendapat pahala selagi ada orang yang membacanya.
4. Orang yang menggali perigi selagi ada orang yang menggunakannya.
5. Sesiapa yang menanam tanam-tanaman selagi ada yang memakannya baik dari manusia atau burung.
6. Mereka yang mengajarkan ilmu yang berguna selama ia diamalkan oleh orang yang mempelajarinya.
7. Orang yang meninggalkan anak yang soleh yang mana ianya selalu mendoakan kedua orang tuanya dan beristighfar baginya
8. yakni anak yang selalu diajari ilmu Al-Qur'an maka orang yang mengajarnya akan mendapat pahala selagi anak itu mengamalkan ajaran-ajarannya tanpa mengurangi pahala anak itu sendiri.
Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah S.A.W. telah bersabda : "Apabila telah mati anak Adam itu, maka terhentilah amalnya melainkan tiga macam :
1. Sedekah yang berjalan terus (Sedekah Amal Jariah)
2. Ilmu yang berguna dan diamalkan.
3. Anak yang soleh yang mendoakan baik baginya.

(Dikutip oleh M. Joban)

Tuesday, April 03, 2007

Hukum membaca Alqur'an sedang Haid

Dalam Hukum Fiqh wanita yang sedang Haid atau Nifas atau laki-laki dan perempuan dalam kedaan Junub (belum Mandi Besar) tidak boleh:
a. Shalat
b. Puasa
3. Duduk di Masjid
c. Menyentuh Al-Qur'an
d. Tawaf

Tentang membaca Al-Qur'an para ulama berbeda pendapat:
Ada yang membolehkan, ada yang melarangnya, ada pula yang membolehkan membaca Qur’an yang dihafalnya saja.
Pendapat yang rajih (kuat) boleh membacanya, apalagi untuk belajar. Juga boleh duduk di Masjid kalau tuntuk mendengarkan pangajian (Talim) (lihat Sayid Sabiq : Fiqh Sunnah hl 68)

Wallahu ‘Alam
Mohamad Joban

Monday, March 19, 2007

Sujud Sahwi

Sujud sahwi ialah sujud yang dilakukan apabila terlupa atau tertinggal sunat Ab'ad dengan sengaja.


Ada pun jikalau tertinggal salah satu rukun solat, maka tidak boleh digantikan dengan sujud sahwi. Jika teringat semasa di dalam solat, maka wajib melakukan rukun yang terlupa dan kemudian sujud sahwi sebelum salam kerana bertambah perbuatan.
Jika teringat selepas salam tetapi tidak berapa lama, lebih kurang 1/2 minit, maka berdiri sambil mengadap kiblat, masuk kembali ke dalam solat dan lakukan perkara yang tertinggal sehingga salam, dan sebelum memberi salam, sujud sahwi.


Bagi sunat Ab'ad, jika terlupa atau tertinggal, sunat dikerjakan sujud sahwi. Begitu juga jika ragu-ragu misalnya ragu sudahkah membaca qunut pada rakaat yang kedua solat subuh atau belum, maka sunat sujud sahwi.

Sunat-sunat Ab'ad itu ialah:
1. Membaca tasyahud awal.
2. Selawat atas Nabi dan keluarganya pada tasyahud awal.
3. Duduk tasyahud awal.
4. Membaca doa qunut pada solat subuh.
5. Membaca salawat ke atas Nabi dan keluarganya di dalam doa Qunut.


Cara melakukan sujud sahwi ialah:
1. Duduk iftirasy [duduk tasyahud akhir] sebelum salam.
2. Niat sebelum sujud.
3. Sujud dua kali sebelum salam dengan bacaan: "Subhana man layanamu wala-yashu."
4. Sesudah itu beri salam.

Source

http://portal.mpklang.gov.my/E-Masjid/SujudSahwi.htm

Monday, February 26, 2007

Musik dan Tari

Assalamualaikum Pak Joban, Kemarin saya membaca sebuah artikel bahwa pelajaran musik & tari diusia pendidikan dasar (TK-SD) juga dimaksudkan untuk mengetahui kepekaan telinga dan syaraf gerak anak.

Dari pelajaran tsb, guru bisa memantau apakah anak didiknya normal ataukah memiliki kelainan alat indera maupun syaraf yg berhubungan dg pendengaran dan motorik. Misalnya, seorang anak yg tidak bisa mengikuti irama, bisa diselidiki lebih jauh apakah anak tsb:- syaraf motoriknya lemah- tidak bisa mendengar dg baik- ada ketidak imbangan antara apa yg dia dengar dg suara yg sesungguhnya Menurut Bapak, bagaimana kita (ortu & pendidik) sebaiknya memadukan tujuan pemantauan perkembangan anak ini dg anjuran untuk "menghindari"musik dan tari? JAK.Wassalam,

Jawaban
Assalamualaikum
Pertama saya kira itu baru merupakan suatu pendapat. Mungkin ada cara lain yang bisa mencapai tujuan yang sama, yaitu mengetahui kepekaan telinga dan syaraf anak. Misalnya dg diperdengarkan ayat-ayat Qur'an yang dibacakan oleh Qari yang suaranya merdu, atau alunan qhasidah yang berisikan pujian dan penyanjungan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kedua dalam Islam segala sesuatu yang akan menjauhkan kita dari Allah, maka hendaknya dihindarkan. Saya yakin musik dan tari-tarian tidak akan mendekatkan seorang kepada Allah SWT. Dan kedua-duanya termasuk yang paling disenangi oleh shetan.

Umur TK dan SD adalah umur yang penting untuk membina jiwa anak. Jiwa mereka seperti semen. Terserah kita mau dibentuk apa saja. Sebgai orang tua kita harus betul-betul hati-hati. Banyak orang tua yang menyesal setelah anaknya dewasa dan mepunyai karekter dan moral yang jauh dari moral yang Islami.
Hal itu karena mereka mengampangkan apa yang dilakukan oleh anaknya ketika masih berumur dini, dengan alasan ‘ah kan masih kecil, belum tahu apa-apa’. Padahal anak dari kecil sudah tahu dan mengerti.

Anak itu lahir dalam keadaan suci dan beresih seperti fitrah manusia. Maka tugas orang tua adalah menjaga kesucian itu. Segala sesuatu yang diperkirakan akan mengotori fitrahnya, harus dijauhkan.

Wallahu ‘alam
Mohamad Joban

Hukum anak belajar musik

Ustadz Joban yang saya hormati,

saya ingin bertanya dan ingin mendapatkan pengarahan dan pengertian dan penjelasan dalam masalah yang saya ingin tanyakan ini.
Saya mempunyai cucu yang mana cucu saya ini ber-usia 8 tahun sekarang dia itu sekolah di public school dan juga setiap hari sabtu sekolah mengaji dan belajar membaca dan menulis Arabic.

Dalam hal pelajaran agama ini Alhamdulilah cucu saya ini sangat mendalami dan cukup cerdas dalam pelajaran di kelasnya seperti menulis dan membaca dan sudah pintar mengaji. Sudah tentu saya sebagai neneknya dan kedua orang tuanya sangat ber-syukur dalam hal ini, Alhamdulilah karena tujuan dari kita yaitu mempunyai anak, cucu yang sholeh dan sholeha serta pintar juga ber-ahlak yang baik serta ber-taqwa dalam agamanya.

Yang ingin saya ceritakan disini adalah sekolah dari cucu saya ini di jalankan oleh orang dari Middle East dan sudah tentu guru2nya semua orang2 Arab . Dengan mengikuti pelajarani di kelas ini cucu saya sekarang menjadi sangat mengikuti apa yang di ajarkan di sekolah pengajian ini. Sedangkan dia juga sekolah di Public school yang mana banyak kegiatan yang di sodorkan oleh sekolah kepada para murid untuk ber-partisipasi dalam kegiatan yang ada di sekolah misalnya untuk mem-pelajari alat2 musik antara lain belajar piano , terompet dll. Orang tuanya fikir tidak ada salahnya untuk dapat mengikuti pelajaran musik atau kegiatan lainnya.

Cucu saya ini menolak dengan alasan semua haram dan sekarang semua kata2nya hanya ini haram itu haram. Karena di kelas agamanya mengatakan bahwa semua ini adalah haram. Yang saya sangat sayangkan dalam salah satu pelajaran di sekolah itu mereka selalu menceritakan bagaimana di neraka itu nantinya dan membuat cucu saya serba ketakutan dalam segala hal. Selalu ber-mimpi yang seram dan selalu menanyakan perhal kematian. Apakah ini bagus untuk umur anak yang hanya ber-usia 8 tahun mendapat info2 yang begitu berat untuk dalam usia muda ini.

Sebagai orang Indonesia dan besar di tanah air saya sendiri tidak setuju dalam hal ini dan apakah betul belajar musik itu haram atau mendengarkan musik juga haram? Mungkin karena kami orang Islam dari Indonesia dan mereka dari Arab jadi buat saya juga dalam hal ini sangat ber-lebihan. Seingat saya keluarga kami juga biasa mempelajari alat2 musik atau mendengarkan musik dalam waktu2 ter-tentu. Misalnya jamnya sekolah ya sekolah dan waktu ngaji di sore hari kita semua belajar mengaji. Malahan di jaman saya kita di perbolehkan juga belajar menari jadi tidak mengerti kalau di sekolah cucu saya ini di katakan oleh gurunya semua ini haram.

Jadi inilah masalah dan pertanyaan saya kepada Ustadz..bagaimana hukumnya dalam hal ini, apakah haram untuk mempelajari semua alat2 musik. Saya sangat bangga mempunyai cucu yang ber-usia hanya 8 tahun sangat mendalami dan menyukai pelajaran agama di kelasnya tapi saya tidak mau dia menjadi extreme sekali dan menolak pelajaran lainnya. Saya ingin dia sukses dalam dunia dan akhiratnya dan tidak kaku dalam menghadapi masa depannya karena Allah menciptakan ber-macam ragam baik manusia dan aturan2nya dan kebiasaan di negaranya masing2.

Terima kasih sebelumnya dan saya menunggu sekali penjelasan dan pengarahan dari Ustadz .

Jawaban

Assalamualaikum
Saya ikut bangga terhadap cucu ibu, mudah-mudahan dia menjadi anak yang solehah.
Mengenai belajar musik, sebaiknya dihendari, kalau kita ingin punya anak yang solehah, karena ditakutkan nantinya dia akan kecanduan dengan musi. Kan ibu tidak mau cucu ibu nantinya jadi penyanyi atau pemain musik.

Memang para ulama berbeda pendapat tentang musik ini. Ada yang mengharamkan secara total. Ada yang membolehkan asal tidak membuat lalai atau lupa akan kewajiban-kewajiban utama sebagai seorang muslim seperti shalat, dan amal-amal soleh yang lainnya.

Kalau kita perhatikan musik jaman sekarang lebih banyak madhorotnya (ngatifnya) daripada manfaatnya (positifnya).

Ketika Rasulullah SAW masih kecil, beliau mendengar suara musik orang-orang Arab yang sedang mengadakan pesta. Beliau (seperti umumnya anak kecil) lari untuk menontonya, tapi oleh Jibril AS dibuatnya tidur sampai acara pesta itu selesai. Jadi selama hidupnya, beliau tidak pernah mendengarkan musik. Beliau membolehkan untuk menggunakan rebana pada acara-acara perkawinan.

Adapun mendengarkan lagu yang diiringi dengan musik, seperti lagu-lagu ghasidahnya Raihan, banyak ulama yang membolehkannya. Karena umumnya lagu lagunya berisikan pujian kepada Allah dan Rasul-NYa. Dan anak-anak jadinya mempunyai alternative dari pada mendengarkan lagu dan musik yang merusak moral.

Tentang anak-anak ditat-taktukan dengan Neraka sebetulnya tidak apa-apa asal si gurunya juga mengimbanginya dengan menceritakan tentang keindahan surga, dan Maha Pengasih dan Penyayangnya Allah SWT.

Ketika buyutnya Nabi SAW yang bernama Ali Zainal Abidin berumur 6 tahun, tiba-tiba menangis ketika melihat ibunya sedang masak. Ketika ditanya mengapa menangis, dia menjawab “aku takut masuk keapineraka. Ibunya menjawab: “Jangun takut nak, kan semua anak-anak kacil yang belum baligh tidak akan masuk neraka, semuanya akan masuk surga.” Ali menjawab: “Tapi tadi saya lihat ibu ketika mau masak ibu membakar kayu-kayu yang kecil dulu, baru setelah menyala, ibu masukan kayu-kayu yang besar, berarti nanti juga dinerka begitu..”

Sebagaiman kita tahu Ali RA ini setelah dewasanya manjadi orang yang paling taqwa soleh serta sangat istiqamah. Sehingga dijuluki ‘Zainal Abidin’.

Oleh karena itu setiap Al-Qur’an menceritakan tentang syurga, langsung diceritakan tentang neraka, dan sebaliknya. Karena ada orang yang tergugah untuk melakukan amal-amal soleh, dan menjauhkan diri dari dosa, karena takut neraka, tapi ada juga karena ingin masuk kesyurga.

Jadi sarankan saja kepada gurunya, agar juga sering diceritakan tentang kindahan syurga dan Rahmatnya Allah SWT. Agar sianak disamping mempunyai rasa takut, juga timbul rasa cinta kepada Allah SWT.

Allah pernah berkata kepada Nabi Dawud: “Wahai Dawud! Cobalah usahakan agar hamba-hamba-Ku jatuh cinta pada-Ku.” Dawud bertanya: “Bgaimana caranya ya Allah? Dengan menyebutkan nimat-nimat yang Aku berikan kepada mereka, dan kasih sayang-Ku.” Jawab Allah SWT.


Wallahu ‘alam
Mohamad Joban

From Imsisconsult

Charity : mana yang lebih utama dan lebih baik?

Assalamualayakum wrwb.

Beberapa waktu yl. ada acara fundraising di sekolah anak-anak untuk PTSA. Seorang teman mengatakan ,"I won't give my money to school. Only for masjid."Lantas bagaimana dengan menyumbang ke organisasi semacam March of Dimes (Save Babies), Breast Cancer, Children Hospitals, membeli cookies yang dijual oleh girls scout, dsb. Bagaimana sebaiknya? Terima kasih.

Jawaban

Setiap donation yang diberikan untuk kepentingan kemanusian, kesehatan baik yang dikelola oleh Muslim atau non-Muslim hukumnya boleh, dan insha Allah dapat pahala dari Allah SWT. Juga membeli cookies yang dijual untuk girls scout hukumnya mubah. Yang tidak boleh adalah memberikan sumbangan untuk seseuatu yang tidak diridhoi oleh Allah, seperti pembangunan tempat-tempat ma’siat, dsb.
Wallahu ‘alam
Mohamad Joban

From: imsa-sisters-consult

Wednesday, February 21, 2007

Adab Mendengarkan Azan

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Cuba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'.Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. "

Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang. Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan. Banyak fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri.Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?

Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak. Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah. ." yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. "Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah. ." semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin Yarobbala'lamin. ."

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. kepada SAIDINA ALI R.A.;
Wahai Ali, bagi orang 'ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauhi segala yg haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

(Dari milis: ArbyErnest)

Monday, February 12, 2007

Menjadi Wanita yang Bahagia

Apakah sebenarnya arti kata bahagia ? Setiap hati mempunyai jawaban yang berbeda terhadap arti bahagia …Kebahagiaan seorang wanita … kebahagiaan seorang ibu …memiliki arti yang berjuta, karena kebahagiaan mereka akan menimbulkan kebahagiaan orang-orang yang berada didekatnya dan orang-orang yang dicintainya. Dengan kebahagiaan yang dirasakannya, hidup seorang wanita menjadi lebih berarti di mata suami dan anak-anaknya,di hadapan keluarganya, dan di hati sahabat sertaorang orang disekitanya.

Namun sayang …Sebagian dari mereka tidak mampu mengelola danmempertahankan perasaan bahagia. Saat rasa bahagia ini datang, mereka sulit mempertahankannya, terlalu mudah rasa ini datang dan pergi, bahkan mudah sekali mereka terjebak dalam kondisi dan sikap yang dapat menghancurkan rasa bahagia itu sendiri. Yang lebih menyedihkan lagi …apabila kita sebagai seorang wanita atau sebagai seorang ibu tidak mengerti apakah kita harus bahagia dengan kondisi kita atau kapan kita seharusnya merasa bahagia atau kemana kita harus mencari rasa bahagia.

Kita tentu merasa bahagia bila anak kita tumbuh dengan sehat dan ceria, kita tentu merasa bahagia bila buahhati kita menunjukkan prestasi akademik terbaiknya,kita tentu merasa bahagia bila hati suami hanyatertambat pada diri kita, kita tentu merasa bahagia bila kita dapat meraih posisi yang tinggi dan terhormat dalam lingkungan kehidupan sosial kita…Namun sebenarnya kapankah kita seharusnya merasa menjadi wanita yang berbahagia yang harus selalu berusaha mempertahankan rasa bahagia itu …

SAAT KITA MENDAPATKAN RASA BAHAGIA YANG DIRIDHOI OLEH ALLAH SEMATA Yaitu:
Saat kita mengakui Allah sebagai tuhan dan pelindung kita
Saat kita meniti jalan kebenaran dan memikul risalah yang haq dan jujur
Saat kita melakukan jihad dengan kata-kata kita
Saat kita memelihara keimanan kita, selalu berusaha untuk mensucikan jiwa kita, dan selalu memperbarui tobat kita
Saat kita menjadi ibu yang mendidik anak- anak kita menjadi jiwa-jiwa yang bertaqwa
Saat kita menjadi ibu yang menumbuhkan mereka dengan amalan rasulullah dan menanamkan cinta kebajikan kedalam jiwa 2 mereka.

Saat – saat itulah sebenarnya kita harus merasa bahagia, dan harus berusaha untuk selalu mempertahankannya. … Janganlah kita menunggu datangnya kebahagiaan untuk dapat tersenyum, namun tersenyumlah agar kita berbahagia.Semoga catatan kecil ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga Allah selalu memudahkan kita untuk meraih kebahagiaan dengan ridho Nya… Amin ya rabbil ‘alamin.

Disampaikan oleh ibu Yetri

Friday, February 09, 2007

MENYEBARLUASKAN SALAM DALAM KEHIDUPAN MUSLIM

Oleh: Isna Keumala

Pernahkah kita berpapasan dengan sesama muslimah, apakah itu di jalan, di sekolah, di masjid, tetapi tidak saling memberi salam, bahkan saling tersenyumpun tidak? Jawabannya mungkin pernah ya, bahkan sering.

Ironisnya, saat kita berpapasan dengan orang Amerika yang non muslim sekalipun tidak kita kenal, secara otomatis kita akan saling memberikan senyuman, atau menganggukkan kepala, atau menyapa:”good morning.”

Mengapa demikian? Entahlah, mungkin karena kita terbawa dengan kebiasaan baik orang-orang Amerika. Sementara itu, dengan sesama muslim, kebiasaan menyapa atau memberi salam orang yang tidak kita kenal merupakan sesuatu yang aneh, karena itulah kebiasaan di negara-negara kita.

Padahal Rasulullah saw, mengajarkan kita, muslim, membiasakan akhlaq yang mulia itu.
Coba saja lihat beberapa dalil di bawah ini, mengapa kita dianjurkan menyebarkan salam,

Orang yang enggan memberi salam disebut pelit oleh Rasulullah. Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Sebakhil-bakhil manusia ialah mereka yang bakhil untuk memberikan salam.” (Hadis riwayat Ahmad dan Tabrani).

Rasulullah saw menyebut memberi salam sebagai amalan yang terbaik. Rasulullah saw pernah ditanya: “Apakah amalan yang terbaik dalam Islam?” Lantas Baginda bersabda : “Memberi makan (kepada orang miskin) dan memberikan salam kepada orang yang kamu kenali dan yang kamu tidak kenali.” (Hadis sahih riwayat Muslim).

Dari hadits ini bisa kita pahami bagaimana Rasulullah saw menganjurkan kita untuk menyebarkan salam tidak hanya dengan orang yang kita kenal, tetapi juga dengan orang yang tidak kita kenal.

Sebarkan salam kepada siapa saja. Namun ada tata cara yang harus diperhatikan saat memberi salam bagi non muslim dan juga kepada non muhrim.

Bagi non muslim, yang memberikan salam kepada kita lebih dahulu, kita jawab:”Wa’alaikum”, sesuai dengan sabda Rasulullah saw:“Jika ahli Kitab memberikan salam kepadamu, maka katakan : “Wa’alaikum” (hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Tidak benar jika kita menjawab:” Walaikumussaam (Celaka atas kamu).” Tentunya kita tidak mau memiliki ahlaq yang tidak mulia seperti itu khan? Alangkah tidak pantasnya, kita didoakan selamat oleh orang lain yang kebetulan non muslim, kemudian kita jawab dengan mengumpatnya. Tentunya umpatan tidak akan baik bagi kebersihan hati baik hati kita maupun hati orang yang mendoakan kita jika suatu saat dia menemukan arti kata yang kita ucapkan kepadanya.

Allah SWT berfirman dalam salah satu ayatnya: “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau yang serupa dengannya..”(An- Nisa: 86). Ayat ini berada di bagian yang sedang menerangkan adab-adab berperang. Jika dalam berperang saja Allah memerintahkan kita memperhatikan adab, apatah lagi dalam hal menyebar salam.

Kemudian masalah memberi salam dengan non muhrim. Diriwayatkan Umar bin Khattab pernah datang kepada beberapa perempuan, lalu mengucapkan salam kepada mereka seraya berkata: “Aku adalah utusan Rasulullah s.a.w kepada kalian.” Demikian juga dengan adanya hadist Aisyah bahwa Rasulullah bersabda: “Wahai Aisyah, ini Malaikat Jibril mengucapkan salam kepadamu. Saya (Aisyah) menjawab: “Wa’laikum salam warahmatullah.” Jadi, pada dasarnya memberi salam kepada non muhrim diperbolehkan, tetapi banyak ulama mensyaratkan terjaga dari fitnah.


Seorang muslim yang walaupun bagus ibadahnya, tetapi enggan menyebarkan salam, maka orang tersebut tidak akan memperoleh syurga karena ia tidak dikategorikan sebagai orang yang beriman. Hal itu berdasarkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w. bersabda yang artinya: “Kamu tidak akan masuk syurga sehingga kamu beriman. Kamu tidak akan beriman sehingga kamu berkasih-kasihan. Adakah tidak aku tunjukkan kamu suatu? Bila kamu kerjakan, kamu akan berkasih-kasihan? Yaitu sebarkan salam di kalangan kamu. (Muslim dan Abu Daud).

Allah dan RasulNya telah memerintahkan kita untuk meyebarluaskan salam, sehingga rasa kasih dan sayang tumbuh didalam hati umat manusia khususnya kaum muslim. Semoga kita tidak termasuk salah satu orang yang pelit dan tidak memperoleh syurgaNya, amin.

Sumber:
http://wadahwanita.blogspot.com/2004/12/ada-masyarakat-islam-malaysia-bakhil.html
http://al-ahkam.net/ipaq/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=23

Stockton, CA
Feb 9’07