Friday, June 10, 2016

Tips Memaksimalkan Ramadhan Untuk Ibu Rumah Tangga

Jakarta (SI ONLINE) - Ramadhan telah berjalan. Beragam aktifitas  dilakukan kaum Muslimin untuk mengisi bulan mulia ini. Termasuk aktifitas keseharian di rumah tangga. Bagi kalangan ibu rumah tangga, diperlukan tips untuk mengatur operasional keluarga dalam menjalankan ibadah ramadhan.
 "Ibu-ibu menjadi manajer operasional agar seluruh anggota  keluarga bisa optimal menjalani ibadah ramadhan,"kata pembina GUMAM, Ummu Hafizh, kepada Suara Islam Online, Selasa (25/7/2012).
 Penulis tetap rubrik keluarga di Tabloid Suara Islam ini juga menyarankan ibu-ibu rumah tangga untuk membuat jadwal aktifitas ramadhan.

 "Buatlah jadwal aktivitas Ramadhan dan target Ramadhan yang telah dimusyawarahkan bersama. Diperlukan evaluasi setiap hari. Dan niatkan menjadikan ramadhan sepanjang tahun, dengan menjalankan aktivitas Ramadhan di 11 bulan berikutnya," sarannya.
 Selain itu, Ummu Hafizh juga menyarankan para perempuan khususnya ibu rumah tangga, walaupun sibuk mengurus rumah tangga, tetapi harus tetap memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan ini.
 "Ramadhan bulan ibadah. Maksimalkan amal ibadah kita. Ibadah sunnah dapat pahala ibadah wajib. Ibadah wajib pahalanya dikali 70. Jadi ahsan sholat berjamaah di masjid. Minimal shalat isya, tarawih dan subuh. Ajak seluruh anggota keluarga, termasuk bayi untuk berpuasa," katanya.
 Karena ibu rumah tangga selalu sibuk mengurus rumah menyiapkan sahur, Ummu Hafizh memberikan nasihat untuk terus menjaga kesehatan
 "Ibu-ibu harus bisa mejaga kesehatan dirinya dan seluruh anggota keluarga. Sediakan obat herbal untuk menjaga stamina, seperti madu, sari kurma, zaitun, habbatussauda'. Kalau perlu jada dokter keluarga dengan bekam dan refleksi. Kalau badan semua jadi semangat ibadah," katanya.
 Ibu dari tujuh orang anak itu, juga mengatakan bahwa perempuan yang haid juga bisa tetap memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan dengan memperbanyak zikir dan istighfar.
 "Wanita haid tidak menjadi halangan mendapat pahala di bulan Ramadhan. Karena kata Nabi Muhammad SAW, haid menjadi kafarah bagi dosa-dosanya, bahkan wanita haid yang selalu berzikir dan istighfar akan dihapus dosa-dosanya," katanya.
 Di akhir pembicaraan, Ummu Hafizh mengatakan bahwa perempuan atau ibu harus menjadi pahlawan untuk keluarganya.
 "Jadilah hero dalam perang melawan hafsu, supaya bisa panen pahala. Puncak ibadah adalah i'tikaf keluarga untuk memburu Lailatul Qodar," tuturnya.
Rep: Mesyah Achreini
 Red: Shodiq Ramadhan

Rumah Tangga Rasulullah SAW di Bulan Ramadhan

Oleh: DR H Agus Setiawan Lc MA,
Dewan Syariah Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)

BERADA di bulan Ramadhan bagaikan berada di tepi lautan. Sejauh mata memandang terhampar air, begitu pula dengan bulan Ramadhan, sejauh mata memandang kita melihat ‘hamparan” lautan pahala. Sejauh mata memandang kita menyaksikan ‘hamparan’lautan maghfiroh Allah SWT.
Namun tidak semua muslim dan muslimah mampu membawa pahala dan maghfiroh sebanyak-banyaknya. Mengapa?, diantaranya ialah karena kurangnya persiapan mental spiritual, program ramadhan, persiapan dana untuk berbagi zakat, sedekah dan lainnya. Termasuk kurang memperhatikan kebersamaan keluarga dalam meraih keberkahan Ramadhan.
Ada fakta istimewa yang diceritakan oleh istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah ra. Aisyah ra mengatakan, “apabila Nabi Muhammad SAW memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya”. (HR Bukhori No. 2024 dan Muslim No. 1174).

Para ulama mengomentari informasi tentang rumah tangga Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan ini.
Imam Nawawi rohimahulloh berkata, “Disunahkan untuk memperbanyak ibadah di akhir Ramadhan dan disunahkan pula untuk menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah”. (Al-Minhaj Syarh Shohih Muslim bin Hajjaj, 8:71)
Imam Sufyan ats-tsauri mengatakan, “aku sangat senang jika memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk bertahajud di malam hari dan giat ibadah pada malam-malam tersebut”. Sufyan ats-tsauri pun mengajak keluarga dan anak-anaknya untuk melaksanakan sholat jika mereka mampu. (Latha-if Al Ma’arif, hal 331).

SubhanAllah, ternyata dalam meraih kemuliaan Lailatul Qodar dan keberkahan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW tidak melupakan keluarga. Bahkan melibatkan secara aktif dengan membangunkan mereka untuk beribadah kepada Allah SWT. Memanfaatkan detik-detik mahal yang Allah sediakan bagi hamba-Nya yang beriman.
Kita pun mampu mencontoh rumah tangga Nabi Muhammad SAW dan para salafush sholih dalam meraih keberkahan Ramadhan bersama keluarga. Adapun beberapa caranya adalah sebagai berikut; (1) Membangkitkan Semangat Beribadah. Membangkitkan semangat beribadah dengan cara menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan. Ketika tahu keutamaan bulan Ramadhan maka apapun rintangannya akan mampu menghadapi dan akan lebih bersemangat dalam beramal.
Di antara yang bisa menyemangati keluarga ialah apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW, “jika datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para setan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu pun yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu syurga, tidak satu pun pintu-pintu yang tertutup, berseru seorang penyeru, “wahai orang yang ingin kebaikan, lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan, kurangilah. Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Itu terjadi pada setiap malam”. (diriwayatkan oleh Tirmizi 682 dan Ibnu Khuizaimah 3/188 dari jalan abi bakar bin ayyasy dari al- A’masy dari Abu Hurairoh. Dan sanad hadits ini hasan).

Terasa sekali aura keberkahan Ramadhan dalam sabda Nabi Muhammad SAW di atas. Allah SWT memudahkan hamba-Nya untuk taat. Setan diikat agar tidak mengganggu manusia, bahkan Allah setiap malamnya akan membebaskan hamba-hamba-Nya dari siksa api neraka.
Jika hadits ini disampaikan kepada anggota keluarga, juga sabda-sabda Nabi Muhammad SAW lainnya yang berkaitan dengan keutamaan bulan Ramadhan, niscaya hati akan bersemangat untuk meraih keberkahan dan kemuliaan.

Kedua, menyiapkan sarana pendukung. Kita harus menyiapkan sarana pendukung guna merawat semangat ibadah yang telah muncul, diantaranya adalah: menyepakati tata tertib, seperti jadwal tadarus Al-Qur’an, mengurangi bahkan menghentikan menonton televisi dan lainnya.
Selain itu juga menghidupkan suasana berlomba dalam beribadah di bulan Ramadhan. Bisa dengan membuat catatan per anggota keluarga lalu ditempel di musholla keluarga atau menyiapkan hadiah bagi yang mencapai target tertentu.
Memudahkan penggunaan perlengkapan ibadah. Al-Qur’an disiapkan dan mudah dijangkau. Buku-buku tafsir, buku zikir dan lainnya juga disediakan agar mudah dibaca.
Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dengan efektif dan efisien dengan memanfaatkan sarana yang mendukung hal tersebut. Membagi pekerjaan kepada seluruh anggota keluarga sesuai kemampuan. Bekerja sama dan saling tolong menolong dalam beramal shaleh. Melakukan mutabaah atau monitoring bersama terhadap amalan sehari-hari sehingga masing-masing bisa mencapai target ibadah amadhannya.

Ketiga, menyiapkan dana. Selain semangat dan sarana pendukung, maka diperlukan juga persiapan dana agar pencapaian target ibadah Ramadhan bisa sempurna. Seperti mengeluarkan dana yang cukup untuk mengoptimalkan ibadah Ramadhan dengan pahala yang berlimpah ruah sehingga dapat kita barengkan dengan pelaksanaan rukun islam yang lain seperti menunaikan zakat. Tentu zakat di bulan Ramadhan akan berlipat-lipat pahala dan kebaikannya jika dibandingkan penunaiannya di bulan lain.

Kemudian, mengeluarkan dana untuk sedekah dan infak kepada fakir miskin baik dari kalangan keluarga sendiri maupun tetangga serta anak-anak yatim. Menyiapkan dana untuk menyediakan makanan berbuka bagi yang berpuasa
Mengalokasikan dana untuk hal-hal yang mendukung peningkatan ruhiyah, taabudiyah dan khuluqiyah. Menyediakan alat-alat rumah tangga yang bisa membuat pekerjaan rumah tangga menjadi lebih efektif dan efisien. Melengkapi sarana ibadah.
Semoga Allah SWT memberikan taufiq dan inayah-Nya kepada kita untuk bisa meraih keberkahan dan kemuliaan bulan Ramadhan bersama keluarga sebagaimana rumah tangga Rosululloh Saw, amin ya Robbal ‘alamin. (*)

Source: http://pekanbaru.tribunnews.com/2016

Friday, June 03, 2016

7 Tips Mempersiapkan Keluarga Menyambut Bulan Ramadhan

Sahabat Ummi, kita sudah di bulan Rajab sekarang ini, itu artinya sebentar lagi bulan Sya’ban lalu Ramadhan pun tiba. Apa saja yang sudah atau akan kita persiapkan untuk menyambutnya? Alangkah baiknya jika kita sudah bersiap-siap menyambutnya sejak dari bulan Rajab lagi.
Pertama-tama tentunya memulai dengan doa seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW yaitu, “Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan”.
Sebagai ibu rumah tangga, kita tentunya memegang peranan penting dalam mengoptimalkan suksesnya keluarga kita beramadhan. Karena itu biasanya ibu-ibulah yang paling heboh saat ramadhan. Mulai dari menyiapkan anak-anak berpuasa, menyiapkan rumah, pakaian dan lain sebagainya.
Agar tidak terlalu kerepotan saat bulan puasa hingga hari lebaran nanti, sebaiknya sahabat ummi mulai menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang. Untuk itu penulis mencoba menyusun beberapa tips agar ramadhan kali ini lebih baik dari ramadhan yang lalu. Aamiin.
1.Persiapan fisik
Ibaratnya ingin menyambut tamu yang sangat istimewa, seisi rumah haruslah dalam keadaan yang juga istimewa. Mintalah ke seluruh keluarga untuk memperhatikan kesehatan mereka dengan salah satunya lebih banyak mengkomsumsi makanan sehat dan bergizi.
Mulailah melatih anak-anak berpuasa dengan berpuasa sunnah. Tingkatkan jadwal tadarrus Al-Qur’an dan biasakan anak bangun lebih awal (sejam atau setengah jam sebelum shubuh) dengan mengajaknya sholat lail bersama.
Agar semua rencana yang diinginkan tercapai secara optimal, mintalah seluruh keluarga agar memperhatikan persiapan fisik ini dengan baik. Jangan lupa berdoa, seperti doa Rasulullah SAW diatas
2.Persiapan rumah, perabot dan pakaian
Saya masih ingat dulu di kampung persiapan kebersihan dan bebenah rumah ini dilakukan menjelang idul fitri. Akibatnya sepuluh malam terakhir jamaah shalat tarawih di masjid mulai berkurang. Mulai ramadhan ini rubahlah kebiasaan itu.
Jika ada rencana merubah cat dinding rumah, mengganti tirai (gorden jendela), mengganti perabotan termasuk menyiapkan perangkat shalat dan baju baru untuk seisi keluarga, lakukanlah dari sekarang.
3.Persiapan harta
Mulailah dari sekarang menghitung zakat mal keluarga kita dan sebisa mungkin membayarnya pada awal ramadhan. Jangan tunggu sehingga penghujung ramadhan seperti kebanyakan orang sehingga lebih tenang. Jika ada rencana mengadakan buka puasa bersama dengan mengundang tetangga dan kawan, mulailah persiapkan agenda dan budget untuk ini. Ajar anak-anak untuk mulai menabung dari sekarang untuk rencana bersedekah pada bulan ramadhan nanti.
4.Persiapan menu selama bulan puasa hingga lebaran
Bersama anak mulailah menyusun jadwal menu sepanjang bulan suci ramadhan berikut resep dan cara penyediaannya. Bahan-bahan yang tahan lama bolehlah disiapkan dari sekarang. Jika ada rencana mau membuat kue-kue lebaran sendiri rancang dari sekarang bagaimana cara mengatur waktunya sehingga tidak terlalu menyita waktu ibadah kita.
4.Sosialisasi ke anak
Ini dimaksudkan agar anak mulai bersedia menyambut bulan suci ini dengan mulai membuka atau menambah wawasan dan persepsi anak tentang bulan ramadhan dan keutamaan ibadah-ibadah di dalamnya. Ajak anak-anak membaca buku-buku yang berkaitan dengan bulan puasa ini. Bersama anak-anak kita membuka kembali kitab fikih yang menguraikan tentang puasa dan zakat.
5.Menyusun agenda bersama keluarga
Mulailah melalui cerita-cerita menjelang tidur atau disaat senggang. Minta anak bercerita tentang kenangan mereka di bulan puasa yang lalu. Tentang harapan-harapannya (target ibadah) yang tercapai dan yang gagal terlaksana. Begitu juga dengan target ibadah yang akan dicapai pada bulan puasa mendatang. Misalnya berapa kali khatam Qur’an, shalat tarawih, rencana i’tiqaf dan lain-lain. Tulis dan buat agenda khusus untuk ini.
6.Persiapan ramadhan ceria buat anak
Selain sosialisasi bulan ramadhan kepada anak, anak juga tentu senang jika kita ajak menyiapkan pernak pernik menyambut ramadhan. Misalnya dengan membuat craft ramadhan. Banyak ide yang bertebaran di internet jika kita ingin mereka berkreasi. Memberikan suasana baru dengan menyulap kamar mereka dengan hiasan warna-warni khas ramadhan tentu akan menambah gairah mereka memasuki bulan suci ramadhan.
7.Perbanyak taubat dan membaca doa ini
“Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan”
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan” (HR. Ahmad dan Thabrani).

Foto ilustrasi: google
Profil Penulis:
Andi Sri Suriati  Amal, biasa dipanggil Inci, lahir di Bone, 2 April 1973. Sementara ini berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia. Buku solonya berjudul Role Juggling, Perempuan Sebagai Muslimah, Ibu dan Istri diterbitkan oleh Gramedia tahu 2013 Ibu empat anak ini dapat dihubungi di http://inci73.wordpress.com atau lewat facebook-nya (Andi Sri Suriati Amal). Dan kini bergabung di Komunitas Ummi Menulis.