Thursday, August 26, 2010

Kupu-Kupu Sebuah Fenomena Ramadhan

by Muslimah Perindu Syurga (RKI Muslimah) on Wednesday, August 11, 2010 at 1:13pm.

Sebelas bulan telah berlalu. Melewati kita dengan berbagai episode-episode kehidupan yang sangat beranekaragam. Tentunya banyak perbuatan yang telah kita lakukan, baik perbuatan yang baik maupun perbuatan yang kurang baik. Apa yang telah kita lakukan pada 11 bulan yang lalu merupakan sebuah hasil dari pada didikan pada bulan ramadhan tahun yang lalu.

Pada saat ini mentari serasa menampakan senyumannya, burung-burung berkicau diranting-ranting pohon dengan riangnya, dan udara pun bagaikan angin surga yang menembus ke pori-pori tubuh, itu semua karena kedatangan bulan yang sangat mulia dengan segala bentuk keistimewaannya; seperti, bulan yang penuh barakah, bulan terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu neraka, bulan dimana setan-setan dibelenggu, dan bulan dimana ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam Lailatul Qadr.

Bulan ini adalah bulan ramadhan, bulan ini adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua umat Islam, karena di dalamnya kita bisa mendapatkan berbagai kelebihan yang tidak dapat kita rasakan dan kita dapatkan dibulan yang lainnya. Oleh karena itu memanfaatkan bulan ramadhan dengan berbagai keibadahan haruslah ditingkatkan karena bulan ini sebagai masa latihan sebelum kita berperang untuk menghadapi 11 bulan yang akan datang.

Bulan ini kita jadikan sebagai metamorfosis sempurna tingkah laku kita dari yang sebelumnya kurang baik menjadi baik. Kita lihat ciptaan Allah SWT. Yang sangat menakjubkan yaitu seekor kupu-kupu. Dari seekor kupu-kupu ini banyak sekali hikmah yang patut kita renungkan dan kita ambil hikmah.

Cobalah kita amati hewan yng satu ini dengan teliti, maka akan mendapatkan kesimpulan bahwa kupu-kupu berasal dari ulat. Ulat adalah hewan yang dibenci oleh sebagian orang atau bahkan semua orang, sedangkan kupu-kupu adalah binatang yang disukai oleh hampir semua orang. Dari sini kita akan melihat bagaimana perbedaan yang sangat mencolok dari binatang ini ketika menjadi seekor ulat dan menjadi seekor kupu-kupu. lalu kenapa kupu-kupu yang semula ulat menjadi seekor hewan yang sangat indah dan cantik. Jawabannya satu, karena dia mempunyai fase yang sangat penting yaitu fase kepompong, dimana fase ini seekor kupu-kupu akan merubah dirinya yang sebelumnya seekor ulat menjadi seekor kupu-kupu yang cantik.

Begitu pula dengan manusia, manusia pun mempunyai fase yang sangat penting seperti kupu-kupu, yaitu bulan ramadhan. Jika dalam 11 bulan yang lalu kita menjadi seekor ulat yang tidak disukai oleh semua orang, maka pada bulan ramadhan kita menjadi kepompong. Setelah kita menjadi kepompong pada bulan ramadhan, kemudian kita akan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Dengan artian bahwa yang sebelumnya kita bertingkah tidak baik, tentunya perbuatan ini tidak disukai oleh semua orang, menjadi seorang yang berhati mulia dan mempunyai ahlak yang baik. Tentu saja setalah kita melewati fase yang penting yaitu bulan ramadhan.

Selain itu ada fenomena yang menarik dari binatang kupu-kupu ini ketika berada dikepompong. Setelah kepompong diteliti, ternyata didalam kepompong ulat melakukan gerakan kepala layaknya orang yang sedang berdzikir. Artinya ketika manusia berada pada bulan ramadhan haruslah membenahkan diri dan mensucikan hati dengan beribadah kepada Allah SWT, baik melalui hubungan yang bersifat vertikal maupun horizontal. Agar setelah buan ramadhan kita menjadi seekor kupu-kupu yang cantik dan disukai banyak orang.

Perjalanan kupu-kupu ketika hiduppun akan teratur dan terarah, artinya dia tidak akan semena-mena dalam melakukan sesuatu, ini terbukti bahwa seekor kupu-kupu pasti berkunjung ditempat-tempat yang indah dan tempat-tempat yang banyak sekali bunganya, dan kupu-kupu tak akan pernah hidup serta berkunjung ditempat yang kumuh. Tingkah laku ini pun patut untuk dicermati dan ditiru oleh manusia. Manusia pun harus seperti kupu-kupu yang mengunjungi tempat-tempat yang diridhoi oleh Allah SWT, dan tidak mengunjungi tempat yang akan membuat murka Allah SWT.

Bukan hanya itu saja, masih banyak lagi tingkah kupu-kupu yang sangat fenomena, salah satunya adalah ketika dia memakan sesuatu, kupu-kupu pasti memakan makanan yang baik, dia memakan makanan yang bersih dan bermanfaat seperti sari madu yang ada di bunga-bunga, bahkan disaat dia memakan sari madu bunga, bukannya merugikan bunga tersebut, tetapi malah akan bermanfaat bagi bunga tersebut dalam proses penyerbukan, berbeda halnya ketika kupu-kupu tersebut masih menjadi seekor ulat. Seekor ulat dia memakan dedaunan, dia bisa saja merusak keindahan pohon bahkan bisa saja berakibat fatal yaitu akan terjadi kematian pohon tersebut. Manusia juga demikian jika pada sebelum ramadhan yang hanya bisa nya menjadi benalu orang lain, tetapi sesudah ramadhan kita menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain, karena manusia yang paling baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Semua yang dicontohkan oleh kupu-kupu di atas, bisa dikatakan sebagai pesan Allah SWT. untuk para hambanya bagaimana dalam menjalani hidup ini. Oleh karena itu sudah selayaknya kita menjadi kepompong pada bulan ramadhan dan setelah bulan ramadhan kita akan menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah. Amin.

Sumber: Renungan n Kisah Inspiratif

No comments:

Post a Comment