Sunday, October 01, 2006

Kesemutan atau kram

Kesemutan atau kram menunjukkan adanya gangguan pada saraf tepi.

Gangguan pada saraf tepi secara garis besar dapat disebabkan oleh 2 hal:
1) gangguan pada serabut sarafnya sendiri
2) gangguan pada aliran darah (yang menuju ke serabut-serabut saraf tersebut). Walaupun kedua hal tersebut sering kali saling berkaitan.

Gangguan pada serabut saraf yang sering menyebabkan kram:
1) adanya penekanan pada saraf tulang belakang (yang paling sering karena posisi duduk yang terlalu lama, atau adanya pengapuran pada tulang belakang yang juga penyebabkan penjepitan serabut saraf),
2) kekurangan vitamin dan mineral yang mengganggu kinerja system serabut saraf ( vitamin B1, B6, B12 dan kalsium),
3) sobek atau putusnya serabut saraf (biasanya terjadi karena kecelakaan).

Gangguan pada aliran darah yang menuju serabut saraf seringkali disebabkan kondisi atau penyakit lainnya, yang terbanyak adalah kencing manis dan kadar kolesterol yang tinggi.

Penyebab gangguan kram yang pernah dialami dulu saat kehamilan InsyaAllah (tanpa menyepelekan penyebab yang lain) adalah kekurangan kalsium, karena pada saat hamil terutama pada bulan ke – 4 hingga ke -6 bayi akan mengambil cadangan kalsium ibunya dalam jumlah yang besar untuk pembentukan tulang tulangnya serta tunas gigi, sehingga pada saat kehamilan asupan kalsium ibu harus sangat kuat, sekitar 1200 mg/hari.

Untuk permasalahan kram yang sekarang terus terang sulit bagi saya untuk menentukan secara pasti penyebabnya, namun saran saya
1) perkuat multivitamin dan mineral yang diperlukan untuk saraf setiap hari secara rutin (vit B1,B6, B12 dan konsumsi kalsium minimal 1000 mg/hr),
2) lakukan aktivitas fisik (terutama pada kaki) yang berfungsi melancarkan aliran darah terutama yang menuju saraf tepi
3) lakukan pemeriksaan terutama untuk kadar gula darah, kolesterol, (atau jika memungkinkan densitas kalsium di tulang) untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab yang lain,
4) jika yang 1 dan 2 telah dilakukan lebih kurang 1 bulan dan penyebab lain bisa disingkirkan namun gejala masih menetap atau bertambah sebaiknya memeriksakan diri ke dokter ahli saraf , beliau akan memastikan penyebabnya dengan melakukan pemeriksaan tambahan yang diperlukan (mis MRI).

Semoga bermanfaat
Ovie Wijayanto

No comments:

Post a Comment