Sunday, July 20, 2008

Keluarga adalah harta yang paling berharga

Pengajian I Muslimah
Hari/Tanggal : Sabtu / 19 Juli 2008
Pembicara : Bpk. Suryamah M. Sastra
Seorang psikolog dan pendiri Bimbingan Belajar Nurul Fikri.
Moderator : Bpk. Barokah Widodo
Tempat : Kediaman Ibu Perry Warjiyo
========================================================
Assalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan membukakan pintu rezki dan barokah, asal kita ikhlas melakukannya.
Seperti yang dijanjikan oleh Rasulullah saw, motif utama dari Silaturahmi adalah membawa berkah, karena dalam Silaturahmi seperti pengajian I Muslimah ini yang hadir bukan saja orang2 yang datang, tetapi juga para malaikat yang senantiasa mendoakan kita.

Topik Utama : Surat An Nisa ayat 9

Tentang peringatan Allah kepada kita

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Bagaimana Allah memperlihatkan ayat ini:
- Istilah cemas/khawatir diulang sampai 2 kali dalam awal ayat.

Allah ingin memperlihatkan kepada kita bahwa urusan anak/keturunan bukan urusan yang sepele/kecil.
- Harta yang paling berharga adalah keluarga.

Tidak memandang agama, kedudukan, pekerjaan dan apapun yang dilakukan di dunia ini, hal yang paling penting adalah KELUARGA.
- Keluarga adalah bagian investasi kita di Akhirat.
- Al Islam adalah Fitrah manusia dan yang sering di ulang2 dibahas adalah bagaimana kita menjaga agar generasi/keturunan bukan generasi yang lemah.

Pada ayat ini juga dijelaskan solusinya untuk mengekspresikan rasa kekhawatiran
o Bertakwa kepada Allah dan
o Berdialog dengan komunikasi yang baik.

Ayat lain dalam Al Quran dikatakan bahwa Keluarga dapat menjadi ujian bagi kita, yaitu ujian yang berupa kelemahan dan kelebihan.

Contoh:
Jika anak males disuruh sholat, atau membantah perintah orang tua. Biasanya yang pertama dipersalahkan adalah lingkungan/pergaulan.
Padahal yang paling utama dipertanyakan apakah kita sudah menjalankan 2 rumusan Allah dalam surat an Nisa ayat 9. yaitu Bertakwa dan Berdialog.

Sebuah cerita tentang Umar Bin Khattab
Beliau mempunyai peliharaan binatang ternak, suatu hari binatang peliharaannya sangat sulit diatur. Hal utama yang dilakukah Khalifa Umar Bin Khatab adalah berintospeksi diri, apakah kurang kadar ketakwaannya kepada Allah swt.

Tentang Berdialog dengan perkataan yang baik, para ulama berpendapat, yaitu setiap tindakan yang:
- Tidak mengandung kebathilan
- Mengandung perkataan yang efektif, pas/tepat

Cara/praktek untuk mendidik anak yang benar
- Memberikan contoh atau teladan kepada anak
Sholat tepat waktu, kebersihan sebagian dari Iman
- Memberikan arahan/penjelasan atas apa yang dilakukan.
- Membentuk suatu lingkungan yang sholeh yaitu yang mengikuti aturan Allah swt dan membuat lingkungan yang baik/apik. Dalam hal ini bukan hanya bergaul dengan sesama muslim saja, tetapi lingkungan yang memenuhi 2 hal tersebut.
- Menghukum jika ada yang menyimpang.

Pertanyaan:

1. Bagaimana menghadapi anak yg membantah perintah ortu dan protes untuk diikuti keinginannya.
o Diajak diskusi untuk segala sesuatu. Anak dilibatkan.
o Sebaiknya orangtua mampunyai target mempersiapkan anak di masa mendatang
o Kembalikan kepercayaan anak kepada orang tua dengan memberikan pengertian bahwa berdiskusi/berdialog memberikan manfaat yang besar.
o Orang tua (ibu dan bapak) harus sepakat dan kompak.

2. Pada usia berapa, anak dapat dipisah dari orang tua, karena urusan pendidikan? Misalnya anak dimasukkan pesantren?
Jika tidak ada keperluan mendesak untuk dipisahkan dari orang tua, paling cepat setelah SD, karena kita perlu membentuk dasar2 dari keluarga.
Contoh untuk urusan anak yatim saja, Islam mengaturnya sedemikian rupa, agar mendapat keluarga utuh seperti
o Menganjurkan agar anak yatim tinggal di keluarga yang utuh atau
o Sedapat mungkin menyantuni anak yatim
Apalagi dengan anak sendiri, akan lebih baik dasar2 keluarga ditanamkan sebelum dipisahkan dari keluarga.
Intinya pendidikan keluarga dan sekolah harus seimbang.

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

No comments:

Post a Comment