Friday, September 09, 2005

Iman kepada Malaikat

Iman merupakan sumber energi bagi jiwa seseorang. Dikatakan sebagai sumber energi karena imanlah yang memberikan kekuatan sehingga mampu mendorong seseorang untuk melakukan kebaikan, kebenaran dan keindahan. Selain itu, dengan iman pula, seseorang dapat mencegah dirinya untuk melakukan kejahatan, kemungkaran, dan kerusakan dimuka bumi ini.

Itulah sebabnya Bilal mampu bertahan di bawah tekanan batu karang raksasa dengan terik matahari di padang pasir. Itulah sebabnya Abu Bakar yang lembut menjadi sangat keras dan tegar saat perang Riddah. Itu pula sebabnya Utsman bin Affan bersedia menginfakkan seluruh hartanya, bahkan membiayai sebuah peperangan di masa Rasulullah.

Iman merupakan pokok ajaran yang dibawa oleh para rasul Allah. Seperti firman Allah dalam QS Al Baqarah:285 = “Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya dan (beriman pula) orang-orang mukmin. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, dan rasul-rasulNya. Kami tidak membeda-bedakan antara salah seorang dari rasul-rasulNya. Dan mereka mengatakan, ‘Kami mendengar dan kami taat. Ampunilah kami ya Rabb kami, dan hanya kepada Engkaulah tempat kembali’.”

Dalam surat An nisa:136, dijelaskan bahwa Allah telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk beriman hanya kepada Allah, dan jangan sampai salah seorang dari kita kufur kepada Allah, kufur kepada malaikat-malaikatNya, kufur kepada kitab-kitabNya, kufur kepada rasul-rasulNya, dan kufur kepada hari akhirat. Sebab itu adalah sejauh-jauhnya sesat.

Sisters rahimakumuLlah, pembahasan kali ini, saya batasi hanya pada ruang lingkup iman kepada malaikat.

Makna beriman kepada malaikat adalah berkeyakinan secara mantap bahwa Allah SWT, mempunyai para malaikat yang maujud (memiliki keberadaan), diciptakan dari cahaya, yang tidak durhaka kepada Allah, dan mereka melaksanakan tugas yang telah Allah perintahkan.

Pengertian malaikat menurut ahli kalam dari kalangan muslimin bahwa malaikat adalah jasad halus yang diberi kemampuan untuk menjelma dengan aneka bentuk. Tempat tinggalnya adalah langit.

A. Sifat Fisik Malaikat

Hakekat malaikat, bagaimana postur dan detailnya keadaan mereka, hanya Allah yang tahu. Orang mukmin yang sejati, akan mengakui segala apa yang diinformasikan oleh Sang Pencipta, baik secara global maupun secara terperinci, tanpa memaksakan diri untuk membahas apa yang tidak diinformasikanNya kepada kita.

“Dan ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Maka mereka berkata: “Mengapa Engkau hedak menciptakan khalifah di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al Baqarah: 30)

Dari firman Allah diatas, menunjukkan bahwa Allah SWT, telah menciptakan malaikat sebelum Adam diciptakan.

Allah menciptakan malaikat dari cahaya. Seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api dan Adam diciptakan dari apa yang sudah dijelaskan kepada kalian.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Malaikat adalah makhluk cahaya yang tidak mempunyai jasad material yang dapat dijangkau dengan indera manusia. Mereka tidak seperti manusia. Mereka tidak makan dan minum, tidak tidur, tidak menikah, dibersihkan dari syahwat, disucikan dari dosa dan kesalahan, tidak memiliki sifat2 material seperti yang dimiliki oleh manusia. Namun dengan izin Allah, malaikat memiliki kemampuan untuk menjelma dalam wujud manusia.

Sifat fisik malaikat yang Allah jelaskan kepada kita bahwa malaikat memiliki sayap, yang jumlahnya berbeda-beda. “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (QS Fathir: 1)

B. Hubungan Malaikat dengan Allah

Para malaikat memiliki hubungan penghambaan yang murni kepada Allah SWT. Malaikat memiliki ketaatan dan kepatuhan, serta ketundukkan yang mutlah terhadap perintah-perintah Allah SWT.

“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang ada diatas mereka dan mreka mengerjakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka.” (QS An Nahl:50)

“Mereka tidak durhaka kepada Allah dalam hal yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (QS At Tahrim:6)

Itulah hakikat malaikat. Merupakan kemusyrikan apabila mereka disembah atau dimintai pertolongan.

C. Hubungan Malaikat dengan Manusia

Para malaikat senantiasa menyertai manusia dalam segala urusan kehidupannya. Ia diberi tugas oleh Allah untuk memberi hidayah kepada manusia, membantu manusia dalam beribadah kepada Allah, serta membantu manusia untuk memilih hidayah.

Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya syetan itu berbisik di hati anak Adam. Dan malaikat juga mempunyai bisikan. Bisikan syetan adalah ajakan kepada keburukan dan mendustakan kebenaran. Sedangkan bisikan malaikat adalah ajakan kepada kebaikan dan membenarkan kebenaran. Maka barang siapa menemukan hal itu hendaknya ia tahu bahwa itu dari Allah dan barang siapa menemukan selain itu, hendaknya ia memohon perlindungan kepada Allah.”
Lalu Rasulullah SAW membaca:
“Syetan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedang Allah menjanjikan untukmu ampuan dariNya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui (QS Al Baqarah:268)

Dalam hadits-hadits shahih, dijelaskan bahwa malaikat mendorong hamba Allah untuk senantiasa taat kepada Rabbnya, ibadah kepadaNya, menanamkan kecintaan terhadap dzikir dan Al Qur’an serta menganjurkan untuk mencari ilmu dan kebaikan. Mereka pun selalu hadir dalam sholat dan bacaan qur’an hamba Allah.

Dari Abi Hurairah r.a., Nabi saw bersabda:
“Para malaikat saling bergantian: malaikat (yang bertugas) malam dan malaikat (yang bertugas) siang. Mereka bertemu pada waktu shalat shubuh dan shalat ashar. Kemudian naiklah malaikat yang bermalam bersama kalian, lalu Allah bertanya kepadanya—dan Dia lebih tahu tentang itu—‘Bagaimana engkau tinggalkan hamba-hambaku?” Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka dalam keadaan shalat pula.” (Muttafaq’alaih)

Malaikat ditugaskan Allah untuk mengurus manusia sejak ia berupa nuthfah hingga akhir hidupnya. Mereka mencatat rejekinya, amalnya, ajalnya, kecelakaannya, dan keberuntungannya. Menyertainya dalam segala kondisi, menghitung ucapan dan perbuatannya, menjaga dikala hidup, dan mencabut nyawanya bila masa itu tiba.

Allah berfirman:
“Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dan Kami mengetahui apa yang dibisikan hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk disebelah kanan dan yang lain duduk disebelah kiri. Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada disekitarnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf:16-18)

D. Buah dari Beriman kepada Malaikat

Iman kepada malaikat, akan menimbulkan pengaruh yang besar dalam kehidupan seorang mukmin, yaitu antara lain:
Beriman kepada malaikat dapat menjauhkan kita dari prasangka-prasangka yang biasa tumbuh pada orang yang tidak beriman kepada yang gaib.
Beriman kepada malaikat dapat mendorong seseorang untuk istiqomah diatas perintah Allah. Sebab ia akan selalu merasa sedang diawasi segala perbuatan dan ucapannya. Sehingga ia tidak akan berbuat durhaka kepada Allah SWT. Ia akan menjadi hamba Allah yang patuh dan taat.
Beriman kepada malaikat, juga dapat mendorong seseorang menjadi sabar dan tidak pernah berputus asa, merasa tentram dan damai.

Wassalamu’alaikum Wr Wb
Nila_umminya Azra

Sumber: Buku berjudul Iman (Rukun, Hakikat, dan yang Membatalkannya), penulis DR. Muhammad Nu’aim Yasin

No comments:

Post a Comment