Friday, February 29, 2008

Menghindari Marah

Marah menurut Islam ialah marah yang terpuji dan marah yang tercela. Kemarahan yang ditujukan untuk mempertahankan diri, agama, kehormatan,harta kekayaan atau untuk menolong orang yang dizalimiadalah terpuji.

Sesungguhnya Allah swt menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi.Allah swt berfirman, "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.' ... " (QS al-Baqarah: 30)Agar manusia dapat bangkit untuk melaksanakan tugas tersebut, maka Allah menciptakan manusia terdiri atas ruh, akal dan tubuh.

Hikmah Allah menetapkan bahwa badan menjadi pelayan ruh. Agar badan berada dalam karakter yang membuatnya layak untuk melayani ruh selama manusia berada di muka bumi, maka Alah menciptakan dua kekuatan di dalam badan.

Pertama, kekuatan syahwatiah yang tugasnya ialah menarik segala yang berguna bagi tubuh dan yang memberinya santapan.Kedua, kekuatan marah yang tugasnya ialah menolak segala sesuatu yang dapat memudaratkan badan dan membinasakannya.Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla memuji sahabat Rasulullah saw, bahwasanya mereka bersikap keras terhadap kaum kafir. Allah swt berfirman,"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yangbersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir ... " (QSal-Fath: 29)Sikap keras terhadap kaum kafir tidak muncul kecuali dari rasa marah dan perlindungan diri. Mereka tidak marah terhadap apa yang diberitahukan oleh Allah swt tentang mereka kecuali marah karena AllahTa'ala. Allah swt berfirman,
"(Juga) bagi orang kafir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Dan orang-orangyang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.

Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapayang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS al-Hasyr: 8-9)Rasulullah saw bersabda, "Bukanlah dikatakan seorang yang kuat itu dengan bergulat, akan tetapi orang yang kuat dalam menahan dirinya dari marah" (HR Bukhari dan Muslim)

Ulama telah menjelaskan berbagai cara menyembuhkan penyakit marah yang tercelah yang ada pada seorang hamba, yaitu :
1. Berdoa kepada Allah, yang membimbing dan menunjuki hamba-hambaNya ke jalan yang lurus dan menghilangkan sifat-sifat jelek dan hina dari diri manusia. Allahta falah berfirman : "Berdoalah kalian kepadaku niscaya akan aku kabulkan"(Ghafir: 60)
2. Terus-menerus berdzikir pada Allah seperti membaca Al-Quran, bertasbih, bertahlil, dan istigfar, karena Allah telah menjelaskan bahwa hati manusia akan tenangdan tenteram dengan mengingat Allah. Allah berfirman :Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram ( Ar-Ra'd : 28)
3. Mengingat nash-nash yang menganjurkan untuk menahan marah dan balasan bagi orang-orang yang mampu manahan amarahnya sebagaimana sabda nabi shalallahu 'alaihi wasallam : "Barangsiapa yang menahan amarahnya sedangkan ia sanggup untuk melampiaskannya, (kelak di hari kiamat) Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluq-Nya hingga menyuruhnya memilih salah satu dari bidadari surga, dan menikahkannya dengan hamba tersebut sesuai dengan kemaunnya "(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, lihatshahihul jami No. 6398).
4. Merubah posisi ketika marah, seperti jika ia marah dalam keadaan berdiri maka hendaklah ia duduk, dan jikalau ia sedang duduk maka hendaklah ia berbaring,sebagaimana sabda rasulullah shalallahu alaihi wasallam : "Apabila salah seorang diantara kalian marah sedangkan ia dalam posisi berdiri, maka hendaklah iaduduk. Kalau telah reda/hilang marahnya (maka cukup dengan duduk saja), dan jika belum hendaklah ia berbaring.(Al-Misykat 5114).
5. Berlindung dari setan dan menghindar dari sebab-sebab yang akan membangkitkan kemarahannya.
6. Berwudhu, karena kemarahan datangnya dari syaiton. Syaithon berasal dari api dan api dapat dipadamkan oleh air.

Demikianlah jalan keluar untuk selamat dari marah yang tercela. Dan betapa indahnya perilaku seorang muslim jika dihiasi dengan kelemahlembutan dan kasih sayang, tanpa ada kemarahan.
Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :"Tidaklah kelemahlembutan itu berada pada sesuatu kecuali akan membuatnya indah, dan tidaklah kelembutan itu dicabut kecuali akan menjadikannya jelek "(HR. Muslim).

Wassalam

Oleh Wied-SF

No comments:

Post a Comment