Wednesday, January 26, 2011

Hijab – Penjelmaan dari Rasa Malu

Author: Faiza bint Abdul Qayyum

Mengapa mereka mengatakan Hijaabis (wanita-wanita berhijab) terlihat seperti malaikat? Aku sudah lama menjadi seorang Hijaabis, tapi aku tidak pernah menyaksikan “malaikat” dalam diriku. Mungkin hal itu karena kacamata yang aku kenakan atau mungin karena aku tidak punya abaya (jubah) yang bagus..

Tapi saat aku sudah punya kontak lensa dan abaya yang “bagus”, aku juga tidak bisa menemukan paras malaikat yang selalu kucari. Orang-orang akan memuji bahwa aku terlihat baik, tapi aku tidak akan melihat kebaikan yang kumaksud. Hari-hari akan berlalu, mencari jilbab yang paling bagus, model jilbab yang berbeda, dan aku belum menemukan kecantikan yang aku impikan. Dimanapun pikiran “mengapa” menghampiriku, menanyakanku, “mengapa” aku ingin mencari hijaab yang bagus? Maka aku selalu akan berpikir “ALLAH itu Indah, dan DIA menyukai keindahan” itulah mengapa aku selalu ingin terlihat cantik,,, Dan tidak ada yang salah dengan hal itu!

Berusaha keras untuk “cantik” sangat mengesalkan. Aku akan berhenti menatap cermin saat perasaan frustasi akan mencapai batasnya! “Aku tidak cantik”

Adalah rahmat Allah sehingga aku tidak pernah berpikir untuk menanggalkan hijabku, bahkan saat “pikiran-pikiran mengenai kecantikan” membayangiku. Aku berusaha dan terus berjuang keras hingga aku sadar akan sesuatu dalam diriku! Aku punya seseorang di dalam diriku, yang selalu memberitahu bahwa hijaab adalah kecantianku, iman-ku adalah kecantikanku! Tapi “kalau-kalau” dan “tapi-tapian” hampir saja membunuh suara itu! suara itu mengeras dalam kesunyian tapi lebih lemah dalam keramaian. Seseorang dalam diriku mendorong untuk selalu melakukan kebaikan tapi aku tidak pernah menyadarinya..

Itulah saat aku mengetahui “realitas” dari Hijaab! Saat aku tahu bahwa tidak ada paras malaikat” melainkan “hati malaikat” dan karena itu aku akan meraih hati itu tidak melalui model jilbab, tapi dari “Haya (malu)- inti dari hijab”

Itu adalah saat, dikala aku mengetahui bahwa itu (hijab-penj) bukanlah untuk mencari perhatian orang lain dan mendapatkan banyak pujian, tapi untuk mengalihkan keinginan hasrat mereka. Hijab bukan untuk mempercantik penampilanku, tapi untuk memperindah jiwaku..
Dan alhamdulillah, sekarang aku adalah mutiara yang sesungguhnya! tertutupi dengan rasa malu (Haya) dan terlindungi dengan hijab!

penerjemah: Gwan Aydrus
sumber : Islam And Psychology

No comments:

Post a Comment